Artikel Lingkungan

Penyu Hijau Seberat 45 Kg Terdampar Mati di Pantai Sepanjang

Ilustrasi penyu hijau. Seekor penyu hijau (Chelonia mydas) ditemukan terdampar mati di kawasan Pantai Sepanjang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Yogyakarta, Senin (6/5/2019). Petugas langsung mengevakuasi dan menguburkan penyu langka dan dilindungi tersebut karena mengeluarkan bau menyengat tak sedap. (Foto: starfish.ch)*

Gunung Kidul – Seekor penyu hijau (Chelonia mydas) dengan bobot 45 kilogram dan diameter sekira 50 centimeter, ditemukan terdampar mati di kawasan Pantai Sepanjang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Gunung Kidul Provinsi Yogyakarta.

Bangkai penyu kali pertama ditemukan oleh salah seorang petugas SAR yang tengah berpatroli sekitar pukul 13.00, Senin (6/5/2019). Sekretaris SAR Satlinmas Korwil II Gunung Kidul Surisdiyanto mengatakan, penyu langka tersebut dikenal masyarakat setempat dengan nama penyu kintel.

“Saat berpatroli, petugas melihat penyu mengapung dan mengeluarkan bau tak sedap,” ujar Surisdiyanto, Senin (6/5/2019), dikutip dari kompas.com. Bangkai penyu tersebut langsung dievakuasi ke daratan dan dikubur di pasir Pantai Sepanjang.

Tidak diketahui secara pasti apa yang menyebabkan penyu dilindungi tersebut mati. “Untuk penyebab kematian penyu tidak tahu tapi kejadian seperti ini bukan kali pertama terjadi,” ucap Suris. Tahun 2018 lalu, masih kata dia, ada sekira lima ekor penyu ditemukan mati di wilayah operasi SAR Satlinmas Korwil II Gunung Kidul.

Menurut Suris, sebelum ada sosialisasi, ada sejumlah warga yang sengaja memancing penyu. Namun sekarang, jika menemukan penyu mati warga takut untuk mengevakuasi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Gunung Kidul Khrisna Berlian mengatakan, berdasarkan SK Bupati, ada 12 pantai yang telah ditetapkan sebagai wilayah konservasi penyu. Beberapa tahun lalu, di pantai tersebut masih banyak ditemukan penyu bertelur. Namun sejak berkembangnya pariwisata, penyu sudah tidak sering muncul.

“Penyu untuk berkembang biak atau bertelur perlu tempat yang gelap, jauh dari keramaian. Tapi saat ini semua pantai sudah ramai. Jadi, sudah jarang yang muncul,” ujar Khrisna.

Pihak DKP Gunung Kidul mendata ada 6 dari 25 pantai yang sering digunakan untuk pendaratan penyu dan berpotensi digunakan sebagai tempat bertelur. Pantai tersebut adalah Wohkudu, Kudu Arum, Porok, Ngrumput, Seruni, dan Ngitun. (iar)*