Artikel PendidikanTeknik

Perencanaan Perjalanan

ilustrasi

Kalau mau melakukan sesuatu seringkali kita harus membuat semacam perencanaan terlebih dahulu. Apakah yang akan kita kerjakan itu sesuatu yang besar ataupun hanya sebuah kegiatan yang kecil saja.

Perencanaan itu diperlukan agar apa yang akan kita lakukan bisa kita berlangsung dengan baik, lancar dan tidak mengalami hambatan yang berarti. Tanpa adanya satu perencanaan bisa jadi apa yang akan kita lakukan tidak bisa berlangsung dengan baik, bayangkan bila kamu mau membuat masakan, misalnya: bikin kue bolu: kalau tidak kita persiapkan apa-apa saja yang diperlukan serta bagaimana urutankerjanya, bisa-bisa kue yang akhirnya jadi malahan kue apem. Begitupun dalam keseharian kita, ada baiknya jika kita selalu membuat perencanaan terlebih dahulu. Apakah kegiatan setelah sekolah itu apa, lantas kalau kita mau bikin PR itu kapan, dan banyak hal lainnya. Dalam berkegiatan di alam terbuka unsur perencanaan perjalanan merupakan satu unsur terpenting dalam keberhasilan sebuah kegiatan. Tanpa perencanaan yang baik, sulit mengharapkan kegiatan yang akan dilakukan bisa memberikan hasil yang baik, bahkan seringkali menjadi satu bencana. Kesalahan kecil apabila tidak bisa ditanggulangi secara dini,bisa menjadi akibat yang besar. Nah dalam bagian ini, kita akan coba buka sedikit hal ikhwal perencanaan perjalanan ini.

Empat Kemampuan Dasar Dalam Kegiatan di alam terbuka

Sebelum kita membahas lebih jauh apa dan bagaimana merencanakan satu perjalanan, ada baiknya kita coba bahas terlebih dahulu empat kemampuan dasar bagi penggiat dalam kegiatan di alam terbuka :

  1. Kemampuan Teknis, kemampuan ini erat kaitannya dengan kegiatan yang akan kita lakukan. Misalnya kamu akan melakukan kegiatan pendakian gunung, maka kamu harus punya bekal yang cukup (ingat bekal disini bukan hanya makanan), terutama yang berkaitan dengan pendakian gunung. Kemampuan ini juga berkaitan dengan keseimbangan tubuh, bagaimana kamu bisa menyusun perlengkapan dan perbekalan secara effesien dan effektif (bahasa susah lagi )
  2. Kemampuan Fisik, kemampuan ini penting sebagai pendukung keberhasilan sebuah kegiatan. Walau bagaimanapun tanpa didukung dengan fisik yang baik, jangan berharap kalau kegiatan yang akan kita lakukan akan mencapai keberhasilan
  3. Kemampuan Kemanusiawian, kemampuan ini sering terabaikan, padahal memegang peranan yang sangat penting.Termasuk dalam kemampuan ini, adalah kemampuan kita untuk bisa meningkatkan rasa percaya diri, kemampuan untuk memimpin dan dipimpin, kemampuan untuk bersabar, menjaga konsentrasi, bersikap positif .
  4. Kemampuan dalam Pemahaman Lingkungan, kemampuan ini berkaitan dengan, peningkatan kewaspadaan terhadap bahaya yang datang dari lingkungan, terutama dari lingkungan yang asing dan baru. Safety Dalam berkegiatan di alam terbuka, unsur safety merupakan hal yang harus mendapat perhatian, apa jadinya sebuah kegiatan di alam terbuka apabila kita mengabaikan unsur safety didalamnya. Kegiatan yang akan kita lakukan, sekecil apapun kegiatan itu, tetap harus memperhatikan unsur pengamanan di dalamnya.

Bahaya yang timbul harus sedini mungkin diantisipasi, jangan sampai bahaya yang tadinya kecil karena kelalaian kita menjadi bahaya yang sulit untuk diatasi. Bahaya yang timbul bisa disebabkan oleh dua hal :

  1. Bahaya Obyektif, bahaya ini sulit untuk diatasi karena, seringkali berada di luar batas kemampuan kita untuk bisa mengatasinya. Bahaya seperti ini disebabkan oleh obyek tempat kita melakukan kegiatan, mengalami hal-hal yang di luar batas kita untuk bisa merubahnya, misalnya : Banjir, Kabut, Hujan Badai, Longsor, dan lain-lain.
  1. Bahaya Subyektif, bahaya ini seringkali diabaikan. Sering para penggiat di alam terbuka apabila terjadi satu kecelakaan menyalahkan, obyek tempat kegiatan berlangsung(bahaya obyektif),padahal lebih banyak karena kesalahan yang melakukan kegiatan. Bahaya seperti in, yang seringkali menimbulkan korban. Sekedar gambaran saja, dari 10 kali kecelakaan dalam pendakian gunung, 7 kali diantaranya karena kesalahan si pelaku kegiatan. Bahaya subyektif ini bisa dikurangi bahkan dihindari apabila kita mau, caranya dengan belajar dan berlatih, tanpa kemauan untuk belajar dan berlatih, jangan harap bahaya ini bisa kita hindarkan.

Unsur-Unsur Dalam Perencanaan Perjalanan Dalam membuat perencanaan perjalanan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  1. Tujuan Perjalanan, tujuan ini akan banyak berkaitan dengan perlengkapan apa saja yang harus dibawa, baik itu jenis perlengkapannya, jumlahnya sampai beratnya
  1. Informasi daerah tujuan, dengan adanya informasi daerah tujuan maka, kita akan bisa membawa perlengkapan yang harus dibawa. Misalnya : Kita akan melakukan perjalanan ke Gn. Puntang, suhu udara minimal 5 derajat celcius, cuaca seringkali hujan walau di musim panas. Maka perlengkapan kitapun harus disesuaikan, kita harus membawa sleeping bag yang cukup tebal, jashujan atau ponco, dll.
  1. Lama waktu, ini penting jangan sampai kita salah. Membawa perlengkapan yang terlalu sedikit padahal waktu yang perjalanannya panjang atau sebaliknya, perjalanannya cuma satu hari tapi kita membawa perleng kapan seublak-ublak banyaknya. Bawalah perlengkapan secukupnya saja.
  1. Mengetahui keterbatasan untuk membawa. Mengetahui keterbatasan untuk membawa ini berkaitan dengan kondisi tubuh kita sendiri., Bayangkan kalau misalnya kamu harus membawa perlengkapan yang beratnya 75 Kg, padahal kamu termasuk orang yang kecil dan kurus, apa nggak berabe itu ! Bisa-bisa pulang dari perjalanan kamu masuk Rumah Sakit. Ada satu patokan untuk mengetahui keterbatasan ini, yaitu dengan memakai rumusan 1/3 dari berat badan. Kalau berat badan kamu 50 Kg, idealnya kamu membawa beban maksimal 16,3 Kg. Namun hal ini bisa berubah, kalau kamu memang sudah berlatih untuk membawa beban lebih dari rumusan diatas.
  1. Memperhatikan hal-hal khusus. Nampaknya sederhana namun pengaruhnya besar, bahkan bisa menjadi kendala dalam perjalanan. Misalnya : Kamu orangnya kalau tidurharus memeluk guling yang sudah sedari kecil kamu akrabi, padahal kalau dilihat gulingnya udah kucel dan berbau yang cukup aduhai. Kalau memang itu akan mempengaruhii kamu dalam kenyamanan tidur kamu, tidak ada salahnya kamu bawa, jangan perdulikan apa kata orang yang penting kamu bisa tidur dengan nyenyak. Atau untuk kaum hawa, pada saat tertentu kamu harus membawa barang khusus kamu. Kalau barang itu tidak dibawa alamat bahaya !.

 

Setelah mengetahui unsur-unsur yang diperlukan dalam perencanaan perjalanan, sekarang kita coba kelompokkan perlengkapan itu dalam 3 kelompok besar :

  1. Perlengkapan dasar, termasuk dalam kelompok ini adalah :
  • Perlengkapan pergerakkan
  • Perlengkapan untum masak,makan dan minum
  • Perlengkapan MCK
  • Perlengkapan istirahat/tidur
  • Perlengkapan tidur
  1. Perlengkapan Kegiatan Khusus, termasuk dalam perlengkapan ini adalah perlengkapan yang disesuaikan dengan kegiatan yang akan dilakukan, misalnya perlengkapan ilmiah untuk kegiatan ilmiah, perlengkapan tebing untuk kegiatan pendakian tebing, dan lain-lain.
  1. Perlengkapan Tambahan, perlengkapan ini hanya merupakan tambahan saja dan kalaupun tidak dibawa, bukan hal yang terlalu berpengaruh dalam kegiatan kita. Namun perlengkapan ini kalau dibawa akan meningkatkan kenyamanan dalam perjalanan.

 

Perlengkapan Dasar

  • Topi, penting untuk menjaga bagian kepala dari kemungkinan cedera kecil yang diakibatkan oleh duri, atau ranting pohon dan curah hujan terutama pada bagian belakang kepala. Pakailah topi yang menyerap keringat, lebih baik lagi yang disampingnya memiliki sedikit ventilasi. Jenis topi rimba atau gaya topi Jepang cocok untuk kegiatan di alam terbuka.

topi

  • Pakaian lapangan, yang harus diperhatikan dalam pemilihan pakaian lapangan adalah menyerap keringat (bahan katun cukup baik), terbuat dari bahan yang cukup kuat dan juga jahitannya kuat(nggak mudah robek,oom). Untuk baju lapangan sebaiknya berlengan panjang (kecuali kalau kamu udah kuat sama duri dan daun pulus), memiliki kantong yang cukup besar untuk menyimpan barang-barang kecil. Untuk baju dan celana lapangan sebaiknya terbuat juga dari bahan yang mudah kering. Untuk celana lapangan sebaiknya celana panjang, sangat tidak dianjurkan untuk kegiatan di hutan tropis memakai celana pendek, memiliki kantong yang cukup (jangan terlalu banyak, nanti bingung sendiri kegunaannya), terus juga sangat tidak dianjurkan untuk pakaian lapangan ini terbuat dari bahan jeans, soalnya susah kering dan kalau malam harii menambah dingin dan susah kering lagi kalau kena air.

pakaian lapangan                                           celana

  • Sepatu, untuk sepatu lapangan harusnya sih yang menutup mata kaki, sebab bisa melindungi bagian engkel kaki(kalau cedera engkel rasanya sakit sekali dan lama sembuhnya). Bahan dasarnya harus kuat dan tidak mudah sobek, memiliki bagian bawah yang bergerigi, yang penting lagi harus menguntungkan si pemakai. Jenis sepatu basket, walaupun menutupi mata kaki, namun kurang cocok untuk dipakai di hutan tropis sebab bisa menyebabkan jatuh, agak licin dek ! Jenis sepatu trekking atau sepatu boot tentara cukup baik untuk dipakai di medan hutan tropis.

sepatu

  • Ransel, Banyak jenis ransel yang sekarang beredar di Indonesia, dengan beragam merk dan warna serta harga yang saling bersaing. Untuk ransel yang akan kamu pakai, haruslah terbuat dari bahan yang cukup kuat dengan jahitan yang juga kuat, ringan, bahannya tidak tembus air dan ringan (jangan beli ransel yang terlalu berat bahannya, repot mbak !), memiliki keseimbangan yang baik. Ada bagusnya kalau kamu mau membeli ransel untuk mencoba keseimbangannya. Ransel yang baik biasanya memiliki frame, untuk membagi beban agar seimbang. Sebelum membeli tanyakan terlebih dahulu, bagaimana keseimbangannya, kekuatannya serta bahan dasarnya, jangan malu untuk bertanya sebab pembeli adalah raja.

ransel

  • Kaus Kaki, Untuk kaus kaki sebaiknya terbuat dari bahan yang menyerap keringat. Dalam berkegiatan apalagi di musim hujan, ada baiknya kalau kamu membekali dengan kaus kaki cadangan.
  • SarungTangan, terbuat dari kulit, memiliki jahitan yang kuat. Sarung tangan ini berguna, terutama apabila kamu akan melakukan penebasan, bisa membantu mengurangi cederan akibat duri,menyentuh ulat bulu atau daun yang membahayakan.

sarung tangan

  • Peralatan Navigasi, kalau kamu sudah belajar navigasi, peralatan ini perlu kamu membawa :

– Peta – Kompas – Penggaris  – Busur Derajat – Alat Tulis

Peralatan diatas amat penting bagi kamu, kalau kamu melakukan perjalanan di hutan. Dan peralatan itu
merupakan peralatan wajib yang harus kamu bawa bila kamu akan melakukan perjalanan, asal kamunya bisa
bernavigasi, untuk bisa ya harus belajar sama akhlinya.

peta

  • Lampu Senter, Penting untuk membantu penerangan di malam hari. Jangan bawa senter yang terlalu besar, selain merepotkan juga mahal harganya. Bawalah senter yang kecil saja yang sesuai dengan kebutuhan kamu.
  • Peluit, penting juga untuk kamu bawa, apalagi kalau kegiatannya rada-rada jauh. Sebaiknya memakai peluit Whistle/Pramuka, karena peluit ini memiliki frekwensi yang tetap, tidak dianjurkan membawa peluit wasi/tukang parkir, kedengarannya agak nggak pantas kalau dibawa di hutan dan frekwensi suaranya juga tidak tetap, gitu lho.
  • Peralatan Masak, makan dan minum, peralatan ini amat sangat penting di hutan, kecuali kalau kamu udah jadi tarzan. Peralatan masak yang praktis bisa kamu pakai mistingnya tentara, ditambah kompor parafin sekalian dengan parafinnya. Untuk minumnya bawalah gelas plastik, lebih bagus lagi kalau melamine, tidak dianjurkanuntuk membawa gelas kaca, sebab bisa pecah. Jangan lupa bawalah selalu sendok, selain berfungsi sebagai alat bantu makan juga bisa dipakai sebagai alat pergaulan.
  • Peralatan Mandi, Walaupun kamu sedang berada di hutan bukan berarti kamu nggak perlu mandi selain untuk kesehatan juga mandi bisa membuat tubuh kita segar. Bawalah selalu sabun, odol dan sikat gigi kalau perlu juga shampo, lebih baik lagi kalau bahan-bahan odol, sabun dan shamponya yang terbuat dari bahan yang ramah dengan lingkungan (tapi kalau ini mah biasanya mahal lho)
  • Peralatan tidur, tidur itu penting, selain membuat kita segar juga bisa menjaga keseimbangan diri kita.Kalau kurang tidur berbahaya bagi emosi kita, seringkali kita jadi kurang kontrol, mudah marah dan bawaannya ngantuk terus. Kurang tidur dalam berkegiatan di alam terbuka sebenarnya lebih berbahaya daripada kurang makan, sebabnya ya itu tadi, kita jadi kurang kontrol. Yang lebih bagus lagi sih, nggak kurang tidur dan juga nggak kurang makan. Peralatan tidur yangharus kamu bawa antara lain :Pakaian tidur (harus dibedakan dengan pakaian lapangan) bisa dari training spark (untuk putri tidak dianjurkan pakai daster ), Sleeping Bag, kalau ada kalau nggak ada bisa pakai sarung bag (sarung dua disambung), atau kalau nggak ada juga bawa saja selimut. Matras sebagai alas, kalau ngak ada bisajuga memakai tumbuhan kering, awas serangganya juga ulatnya. Jangan lupa bawa juga ponco atau fly sheet untuk atap dalam pembuatan bivak, syukur-syukur kalau kamu punya tenda. Lebih nyaman lagi kalau kamu lengkapi dengan kaus kaki dan balaclava(kupluk).
  • Kancing dan benang jahit, walaupun bukan peralatan utama namun perlu juga dibawa, siapa tahu ada kancing yang lepas atau ada bagian pakaian yang sobek.
  • Pisau Pinggang dan Golok Tebas, kedua alat ini penting untuk dibawa selain untuk dipakai menebas atau menetak, juga berfungsi sebagai alat bantu dalam kondisi survival, untuk alat bantu membuat bivak, membuat perapian dan lain-lain.

golok

  • Plastik Packing, plastik packing ini penting untuk menjaga agarperlengkapan yang ada dalam ransel kita tidak terkena air, terutama pakaian tidur dan pakaian cadangan. Prinsip dasarnya adalah jangan sampai pakaian cadangan dan pakaian tidur kita menjadi basah, sebab kalau basah akan menyulitkan kita pada saat akan tidur . Menyusun Perlengkapan Dalam Ransel Menyusun perlengkapan ke dalam ransel bukanlah pekerjaan yang mudah, kalau kita tidak terbiasa bisa-bisa ransel yang kita bawa dipakainya kurang nyaman, atau kadang rasanya ransel yang kita bawa berat banget. Hal itu terjadi karena kesalahan kita dalam menyusun perlengkapan dalam ransel, ada beberapa hal yang harus diperhatikan pada saat kita menyusun perlengkapan ke dalam ransel.
  • Tempatkan barang-barang yang berat pada posisi paling atas, sedangkan barang-barang yang ringan kita tempatkan di bawah (pakaian tidur, sleeping bag).
  • Tempatkan barang-barang yang sewaktuwaktu diperlukan padabagian atas atau kalau ada padabagian kantong samping (jas hujan, obat-obatan, senter)
  • Atur barang-barang berdasarkan kebutuhannya, sesuaikan tingkatan penempatannya.
  • Jangan lupa masukkan barang-barang terutama pakaian tidur dan peralatan elektronik ke dalam plastik.
  • Buatlah Check list Perlengkapan, agar tidak ada barang yang tertinggal.

 

Ilustrator : Ibam Gatot
Sumber: Bulletin Wanadri, Nomor 1 thn 2000
Februari – Maret 2000

cover BW no 1, 2000