PLN Pusharlis Bandung Awali Program Wali Mangrove

 Setelah berperan serta dalam program Wali Pohon di Gunung Kareumbi, PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (Pusharlis) Bandung juga ikut serta dalam program konservasi Wanadri. Kali ini, Pusharlis menjadi lembaga pertama yang terlibat dalam program Wali Mangrove Wanadri dengan menanam 2.000 pohon bakau (mangrove).

“Ini bentuk kepedulian kami kepada lingkungan. Tentu saja, setelah penanaman ini kami akan konsisten dalam pemeliharaan pohonnya agar bisa tumbuh dengan baik. Dalam hal ini kami didukung oleh Wanadri,”  ujar GM PT PLN Pusharlis, Najahul Imtihan pada acara simbolik penanaman pohon ) di lahan kerja sama Perhutani – Yayasan Wanadri di Pondokbali Kab. Subang, Rabu (5/12/2018).

Sementara itu Pak Carma, petugas Polhut Perhutani, menyatakan terima kasih atas kepedulian PT PLN Pusharlis Bandung. “Kita akan bahu membahu untuk menghijaukan kembali hutan mangrove di sini. Semoga hutan mangrove di sini bisa cepat hijau kembali,” katanya.

Ketua II Bidang Lingkungan Yayasan Wanadri, Feby Nugraha pun menyatakan kegembiraan dengan terlaksananya penanaman perdana program Wali Mangrove di pesisir Subang. “Program ini sudah lama kami canangkan dengan menjalani proses pendataan yang cukup panjang. Oleh karena itu, kami sangat gembira program ini mulai berjalan setelah bekerja sama dengan PT Perhutani yang memiliki lahan,” tutur Feby.

Lebih jauh, dia menjelaskan bahwa pada awal tahun 2015, Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri berkomitmen untuk melakukan program konservasi di wilayah laut dan pesisir. Program konservasi ini sebagai perluasan program konservasi yang telah berjalan sejak tahun 2008 di daerah pegunungan di Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) Cicalengka Jawa Barat.

Kegiatan konservasi laut dan pesisir fokus di wilayah pesisir utara Subang, Jawa Barat. Kawasan ini sejak tahun 1978 telah menjadi medan latihan rawa-laut Pendidikan Dasar Wanadri (PDW). Di kawasan ini terdapat hutan pesisir yang merupakan salah satu kawasan bakau/ mangrove terluas di pantai utara Jawa khususnya bagian barat. Saat ini kondisi hutan terus terdegradasi disebabkan berbagai hal.

Untuk menginiasi program perlindungan dan perbaikan kawasan hutan tersebut, maka dibuatlah program revegetasi kawasan hutan dengan pola adopsi yang disebut Wali Mangrove. Kawasan hutan bakau di utara Kabupaten Subang yang dijadikan fokus area rehabiltasi berada di tiga desa di Kecamatan Legonkulon yaitu Desa Tegalurung, Desa Mayangan, dan Desa Legonwetan.

Dijelaskannya, Wali Mangrove bertujuan untuk membuka ruang kepada publik yang ingin terlibat dalam upaya perbaikan lingkungan, khususnya melalui penanaman kembali (revegetasi) ataupun penghutanan kembali (reforestasi) kawasan hutan pantai dengan tanaman berjenis mangrove.

Program terdiri  dari dua kegiatan utama yaitu (1) Pembibitan, (2) Penanaman, dan (3) pemeliharaan. “Pada kegiatan pembibitan, kami berusaha menangkarkan bibit pohon tanaman bakau/ mangrove yang berasal dari pohon induk di sekitar kawasan. Bibit ini digunakan untuk kegiatan penanaman yang diarahkan untuk menghutankan kembali lahan kosong/kritis. Mayoritas, lahan kosong atau kritis itu berupa tambak ikan yang terlantar,” tuturnya menjelaskan.*

 

 

 

Leave a Reply