Artikel Kemanusiaan

PVMBG Tambah Petugas Pengawas Gunung Api

Gunung Sinabung. PVMBG menambah petugas pengawas gunung api di Indonesia menjelang Idulfitri 1440 H dalam rangka meningkatkan pengamatan. Di Gunung Sinabung Sumatera Utara ada empat ahli yang diturunkan di luar petugas pengamat yang sudah ada di pos pengamatan. (Foto: wikipedia)*

Bandung – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan menambah petugas pengawas gunung-gunung api di Indonesia menjelang Idulfitri 1440 H. Di beberapa gunung tertentu pengawasan dilakukan intensif karena memiliki potensi aktivitas berapi.

Kepala PVMBG Badan Geologi Kasbani mengatakan, pihaknya juga akan menambah jumlah petugas pengawas di sejumlah gunung yang berpotensi mengalami erupsi selama periode Lebaran 2019.

“Kami tambahkan tim ke beberapa titik. Jumlahnya tergantung dari kebutuhan, ada yang berjumlah dua orang bahkan sampai empat orang,” kata Kasbani di Kantor PVMBG Badan Geologi, Kota Bandung, Senin (20/5/2019), dikutip dari kumparan.com.

Dikatakannya, langkah tersebut dilakukan dalam upaya peningkatan pengamatan sebagai antisipasi terhadap aktivitas kegunungapian yang mempunyai potensi membahayakan. Seturut data yang dimiliki PVMBG, sebanyak 127 gunung api aktif di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 69 gunung dipantau secara terus menerus karena dikategorikan ke dalam gunung api sangat aktif dan berisiko tinggi.

Gunung yang tengah aktif antara lain Gunung Sinabung di Sumatera Utara dan Gunung Agung di Bali. “Untuk Gunung Sinabung ada empat ahli. Di Gunung Agung juga ada empat yang kita kirim dari Bandung. Petugas tambahan itu tidak termasuk pengamat yang sudah ada di pos pengamatan,” tutur Kasbani.

Selain menambah petugas pengawas, pihak PVMBG juga melengkapi alat perekam aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang sebelumnya rusak akibat erupsi dan vandalisme. “Sejauh ini, ada beberapa peralatan yang ditambahkan. Krakatau itu penambahan alat seismik,” ujar Kasbani.

Pada kesempatan itu, Kasbani juga mengatakan, pihaknya mengirimkan surat kepada pemerintah daerah yang gunung apinya menjadi objek wisata agar ada upaya antisipasi, seperti pemasangan rambu-rambu bahaya di kawasan gunung api yang selama Lebaran dikunjungi masyarakat. (iar)*