Relawan Lakukan Pemulihan Trauma kepada Para Penyintas

PALU – Para penyintas gempa bumi dan tsunami di Palu kini tengah mendapatkan program pemulihan  trauma (trauma healing) dari para relawan, termasuk dari relawan asal Jawa Barat. Demikian dilaporkan salah seorang relawan asal Jawa Barat, Galih Donikara melalui pesan di media sosial dan Whatsapp, Sabtu (13/10/2018).

Salah satu proses pemulihan dari trauma (trauma healing) adalah bantuan psikologis awal, yang intinya adalah mendengarkan tapi tidak banyak bertanya. memberi ruang untuk menyampaikan rasa takut.  Peenyintas juga mendapat edukasi soal informasi bencana atau informasi bantuan. Selain itu, anak-anak juga dilibatkan dalam kegiatan sosial seperti memasak di dapur umum, sekolah sementara, dan kegiatan-kegiatan lain.

Tim relawan terdiri dari relawan-relawan yang berasal dari lembaga Angkasapura, Mercy, Telkomsel, Med A FK Unisula, Atlas Medical Pioneer FK Unpad, Wanadri, PMI, BPBD PGPI, ORARI, IOF Relawan Makasar, Palu, Parigi, Mutong, dan Bandung.

Tujuan utama relawan asal jawa Barat adalah mendata jumlah warga Jabar yang terdampak bencana di Sulawesi Tengah, membantu menangani, dan mengkoordinasikan  kepulangannya, membantu Pemerintah Sulawesi Tengah dalam hal assessment, bantuan medis, dan evakuasi. Selain itu, mereka juga membantu meringankan beban masyarakat Sulawesi Tengah yang terdampak bencana, dalam hal revitalisasi fasilitas medis, tempat ibadah, dan pemenuhan kebutuhan logistik prioritas.

Hingga Minggu (14/10/2018) tim relawan Jawa Barat telah melaksanakan pendataan masyarakat Jabar dan memulangkan sebanyak 67 orang dengan kriteria sakit akibat bencana, lansia, serta ibu dan anak. Mereka juga telah melakukan assessment di tiga wilayah terdampak, yang meliputi:

Palu; Ds. Balaroa Kec. Palu Barat, Ds. Petobo Kec. Palu Selatan, RS Budi Agung, RS Wirabuana, RS Anatapura, RS Bhayangkari, RS Undata.

Donggala; Ds. Labuan Indah Kec. Labuan, Ds. Lere Kec. Sindula, Ds. Ulujati, Ds. Panau, Ds. Toyau.

Sigi; Ds. Palukunala Kec. Dolo, Ds. Langgaleso Kec. Dolo, Ds. Bangga Kec. Dolo Selatan, Ds. Loroge Kec. Biromaru,
Ds. Loli Kec. Biromaru, Ds. Bora Kec. Biromaru.

Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan selama di Palu adalah pelayanan medis di Posko Gabungan Relawan dan telah merevitalisasi Puskesmas Biromaru Sigi. “Rumah sakit yang telah ditinggalkan petugas, kini sudah beroperasi lagi. Kini Sedang dilakukan revitalisasi berikutnya di Buluase Donggala dengan menjadikan bangunan polsek sebagai puskesmasnya karena puskesmas sebelumya sudah roboh dan tidak ada bangunan yang bisa dipakai lagi.

Evakuasi yang telah dilakukan di MD di Petobo, Perumnas, Buluroa, Mandala Finance, Ramayana, dan RM Dunia Baru. Tim juga telah mengeluarkan 27 Surat Tugas untuk kegiatan  13 assessment, 1  medis, 4  bersih RS, dan 9 evakuasi, serta 2  permohonan BBM dan logistik.

Tim juga telah membangun basecamp berupa Posko Gabungan Relawan dengan mendirikan 10 tenda berkapasitas 8 orang, dan mendirikan dapur umum atas kebaikan keluarga Bpk. Arifudin Lapata di rumahnya. Kekuatan relawan sampai saat ini berjumlah 119 orang, terdiri dari: tim pendahulu 11 orang, tim pendukung 4 orang, tim gabungan 60 orang, tm susulan 27 orang, dan tim tambahan 17 orang.

Mereka berasal dari Jawa Barat, Makassar, Palu, Parigimotong, Semarang, Jakarta, Kalimantan, dan Australia. Untuk mendukung sarana transportasi, tim telah menyewa 2  mobil dan 8  sepeda motor. Sellain itu, tim juga mengadakan fasilitas genset buat penerangan dan administrasi kesekretariatan yang menyewa laptop dan printer.

“Kegiatan selanjutnya, kami akan meneruskan sisa assessment prioritas terdampak yang belum terupdate di Kab Sigi, merevitalisasi Puskesmas Buluase di Donggala, menjalankan layanan dapur umum untuk mendukung tugas posko gabungan relawan, membantu penurunan kubah dan dinding masjid yang membahayakan, serta menyalurkan sumbangan buat masyarakat terdampak,” tutur Galih.***

Kebutuhan:

Assessement
Evakuasi
Medis Obat
Medis Alat
Dapur Umum
Transportasi
BBM
APD
Penyaluran Sumbangan