Ridwan Kamil, “Fokus Dulu ke Citarum”

Kondisi sampah yang menumpuk di Sungai Citarum Lama, Margaasih, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Minggu (30/12/2018). Data dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat mencatat setiap harinya Sungai Citarum menerima 1.500 ton sampah baik sampah rumah tangga maupun limbah industri. Foto: Raisan Al Farisi/Antara

Bandung – Limbah ilegal yang dibuang ke sejumlah aliran sungai di Jawa Barat diduga masih dilakukan oleh banyak perusahaan. Bagaimana penegakan peraturannya? Begini tanggapan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Kang Emil, begitu ia akrab disapa, mengaku sudah menerima laporan tersebut. Akan tetapi, dia akan fokus penegakan masalah pencemaran lingkungan di Sungai Citarum terlebih dahulu.

“Jadi kita akan fokus dulu Citarum. Kan disiplin, ini akan jadi modal karena jika menegakkan isu lingkungan dengan melibatkan TNI, ternyata itu jauh lebih disiplin dan lebih ditakuti dan diminati solusinya,” kata Ridwan Kamil di Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung, Jumat (1/2/2019).

Pencemaran DAS Citarum merupakan masalah kompleks yang penanganannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Begitu banyak limbah yang dibuang ke aliran sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut. Seturut penelitian, sungai ini mengandung hampir semua jenis logam seperti magnesium, timbal, mangan hingga bakteri e-coli.

Dikutip dari republika.co.id, Emil berharap bisa diberi waktu untuk membuat konsep ideal. Nanti, model serupa akan ia terapkan ke sungai-sungai yang tercemar limbah di Jawa Barat.

“Ya, nanti dikopi ke daerah lain seperti Karawang, Bogor, dan Bekasi,” katanya.

Terkait penegakan hukum bagi mereka yang membuang limbah B3 ilegal, kata Emil, ke depan tidak hanya melibatkan tentara saja. Tetapi, juga ada unsur dari kepolisian dan kejaksaan.

“Tapi karena terlalu besar, saya fokus ke Citarum dulu,” kata Emil. (iar)*

 

https://www.republika.co.id/berita/nasional/pemprov-jabar/19/02/01/pm8q49423-tertibkan-limbah-ilegal-emil-akan-fokus-dulu-ke-citarum

Leave a Reply