Rumput Steno di Demplot Staanplaats di TBMK

Setelah selesai melakukan pemasangan pagar di lahan 9 ha, kegiatan selanjutnya Manajemen Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) adalah penanaman rumput steno di pinggir jaluran pagar. “Penanaman rumput dilakukan selain sebagai cadangan pakan, juga untuk mengurangi erosi permukaan akibat pekerjaan pembersihan jalur pagar yang dilakukan sebelumnya. Minimalisasi dampak menjadi kegiatan yang penting dilakukan terutama apabila kita bergiat di dalam kawasan konservasi.” Demikian dijelaskan Manajer TBMK. Sandhyakala Ning Tyas (Kang Echo) di Bandung.

Rumput yang ditanam adalah jenis rumput steno sebagai salah satu jenis rumput yang diuji tanam di TBMK dalam upaya untuk menemukan jenis rumput pakan satwa rusa yang cocok dengan habitat dan kondisi lingkungan di TBMK. Rumput ini memiliki beberapa nama di luar negeri antara lain buffalo grass (Australia);  St. Augustine grass (USA);  buffalo couch (Vanuatu);  chiendent de boeuf, gros chiendent (Prancis);  pimento grass (Jamaica);  manienie-haole, akiaki-haole(Hawai’i);  pasto San Augustínfalso kikuyugrama San AgustínlastÓngramÓngramillÓn (Spanyol). “Di Indonesia kami biasa menyebutnya dengan Rumput Steno,” katanya lagi.
Merupakan terna tahunan, memiliki stolon, dapat membentuk amparan rapat dengan ketinggian sampai 20 cm bahkan observasi kami memperlihatkan pada naungan berat, Steno bisa mencapai lebih dari itu.

Rumput ini mulai ditanam dalam beberapa demonstration plot sejak tahun 2015-2016 bersama beberapa jenis rumput lain seperti Cynodon nlemfluensis, Brachiaria decumbens, Axonopus compressus, Brachiaria ruziziensisPaspalum notatum, Paspalum atratum dan Paspalum dilatatum. Rumput induknya kami dapatkan dari Balitnak Bogor.

Karakter yang disenangi dari rumput Steno adalah:
1) mampu tumbuh baik dalam naungan (literatur menyebutkan sampai 40%),
2) mampu bersaing dengan tanaman gulma lain (artinya cukup invasif, kita harus juga waspada terhadap hal yang satu ini) dan
3) sangat disukai satwa, tidak saja rusa dan kambing bahkan belalang dan ayam terlihat sangat menyukai rumput ini.

Demplot rumput steno 2.500m2 di paddock rusa 8 hektare, pucuk terlihat agak menguning terutama pada area yang mendapat penyinaran penuh.

Namun, pada musim kemarau lalu (Juli – Oktober 2018) dengan penyinaran penuh, rumput steno terlihat agak mengering, ditandai dengan pucuk-pucuk daun yang menguning.

 

Sementara itu, keseluruhan segmen pagar rusa 9 hektare telah selesai dibentang pada Rabu, 24 Oktober 2018, sekaligus temu gelang dengan pagar 28 hektare. Pekerjaan selanjutnya adalah:

  1. Pemasangan tiang dropper 1″ sejumlah 80 batang dan mengikatnya
  2. Memasang ground anchor dengan spasi 6 meter untuk pengamanan bagian bawah pagar
  3. Memasang 1 unit flood gate ukuran lebar 5 meter di jembatan wisma
  4. Memasang 2 unit truck gate ukuran lebar 3 meter di jalan menuju saung jangkung dan bungur
  5. Memasang 1 unit service gate di area parkir sensory garden
  6. Menanam rumput di pinggir pagar untuk mengurangi erosi

Masih cukup banyak pekerjaan, mudah-mudahan dapat diselesaikan sebelum masuk musim hujan. Target penyelesaian 2 minggu.

Layout revisi #2 pagar rusa 9 hektare

Leave a Reply