Artikel Penjelajahan

Sanksi Menanti Bagi Pendaki Nekat Gunung Merbabu

Pihak BTNGMb akan mengeluarkan sanksi kepada pendaki nekat yang mendaki Gunung Merbabu pada periode penutupan sementara yang berlangsung selama sebulan mulai tanggal 20 Mei hingga 20 Juni 2019. (Foto: trubus.id)*

Boyolali – Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) akan menerapkan langkah-langkah untuk melancarkan keputusan penutupan jalur pendakian Gunung Merbabu di Jawa Tengah. Salah satu langkahnya adalah memberikan sanksi bagi mereka yang melanggar aturan dan nekat mendaki.

Diberitakan sebelumnya, semua jalur pendakian resmi Gunung Merbabu ditutup selama sebulan mulai 20 Mei hingga 20 Juni 2019 lantaran kondisi jalur mengalami kerusakan yang cukup parah. Penutupan juga ditujukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan pendakian.

Meskipun kerap menjadi tujuan favorit para pendaki di tanah air, penutupan jalur yang sedang berlangsung saat ini harus dipatuhi demi keamanan dan kenyamanan bersama. Terlebih, masuk ke taman nasional punya ketentuan tersendiri.

PLH Kepala BTNGMb Johan Setiawan mengatakan, ada beberapa sanksi yang akan diterapkan jika terbukti ada pelanggaran pendakian saat jalur ditutup terutama pada masa libur Lebaran.

“Jadi kita akan interogasi, masuk berita acara, kemudian ada sanksi. Kan sebenarnya ketentuan untuk masuk taman nasional itu ada aturannya sendiri. Kami sebagai pengelola taman nasional, dengan alasan kelestarian bisa kami tutup,” tutur Johan, Kamis (23/5/2019), dikutip dari kompas.com.

Dikatakannya, ketentuan denda seperti membayar tiket berkali lipat juga akan diterapkan sebagai hukuman. “Ada juga sanksi sosial. Misalnya kita minta untuk membatu bersih-bersih gunung dan sebagainya. Itu bisa dilakukan,” kata Johan mengimbuhkan.

Menurut dia, sanksi berupa denda bisa diterapkan dengan meminta pendaki yang nekat mendaki Gunung Merbabu untuk membayar 10 kali harga tiket. Sanksi ini diberlakukan bagi pendaki yang baru pertama kali melanggar. Jika pelanggar aturan tersebut kembali nekat mendaki saat periode penutupan, maka pihak TNGMb akan melibatkan pihak kepolisian untuk penindakannya.

Selain sanksi, pihak TNGMb juga akan melakukan langkah antisipasi agar pendaki tidak nekat mendaki saat jalur sedang ditutup. Petugas akan dikerahkan untuk berjaga. “Jadi, kita ada penugasan selama cuti bersama,” ujar Johan.

Dia berharap, para pendaki agar mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Sebabnya, jika terjadi sesuatu maka akan repot dan tentu saja merugikan diri sendiri. Pertama, kata Johan, pendaki nekat pasti tidak akan membeli tiket dan melanggar ketentuan tutup. Kedua, evakuasi akan repot sehingga membahayakan diri sendiri lantaran di atas gunung dan jalur pendakian tidak ada orang atau petugas. (iar)*