Artikel LingkunganLingkunganRevitalisasi Citarum

Sawah Petani Cipeundeuy Tercemar Limbah Pabrik

Sejumlah sawah di Desa Cipeundeuy Kecamatan Padalarang Kabupaten Bandung pada Rabu (14/03/18) tercemar air limbah sejumlah pabrik yang dekat dengan area persawahan warga. Pada musim hujan limbah pabrik sering meluap dan menyebabkan tanah pertanian tercemar.

Kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali di wilayah tersebut, bahkan sudah menjadi langganan setiap tahun. Yana (40), seorang petani di Desa Cipeundeuy, mengatakan bahwa mereka kadang-kadang hanya bisa satu kali panen dalam setahun karena sawah mereka terendam limbah. “Tanaman padi kami kadang tak terselamatkan karena tanah tercemar setelah terendam limbah,” kata Yana.

Banyak pabrik membuang limbah berwarna kehitaman dan berbau tak sedap ke Sungai Cihaur di sekitar sawah milik masyarakat  sehingga tanah menjadi hitam dan tanaman yang tumbuh menjadi kering, lalu mati. Kalaupun mereka berhasil panen, kualitas beras yang dihasilkan  jauh di bawah kualitas beras pada umumnya.

Selain mengakibatkan matinya tanaman, limbah pabrik juga merusak kesehatan sejumlah warga yang tinggal tidak jauh dari tempat pembuangan limbah. Cicih (69), seorang warga asli sekitar Cipeundeuy, menceritakan bahwa aroma tak sedap dari limbah bisa sampai ke desa dan membuat warga sesak napas dan batuk. Dalam keadaan tertentu beberapa warga bahkan tidur sambil memakai penutup hidung.

Beberapa warga sempat melakukan aksi untuk menuntut tunjangan kesehatan bagi mereka, tapi pihak pabrik selalu berdalih bahwa limbah yang mereka keluarkan sudah memenuhi standar baku mutu air. Pada tahun 2015 sejumlah aktivis sempat melakukan aksi pada pembuangan limbah tersebut dengan memasang tanda bertuliskan “Pilih sungai Bebas Toksik”. Mereka juga memasang patok bertuliskan senyawa kimia berbahaya yang terdapat di air limbah, tetapi setelah tiga tahun berlalu tidak ada perubahan terhadap air limbah. Bahkan, saluran itu ditutup beton agar tidak terlalu terlihat.