Soputan Meletus, Anak Krakatau Bergejolak

Jakarta, CNN Indonesia — Gunung Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara meletus pada Rabu (3/10) pukul 08.47 Wita. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi pun memutuskan menetapkan status aktivitas Gunung Soputan naik dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).

Menurut informasi Pos Pengamatan Gunungapi Soputan, abu akibat letusan terlihat mencapai ketinggian sekitar 2.5 kilometer dari kawah. Letusan terjadi selama sekitar 5 menit 44 detik.

Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga coklat dengan intensitas sedang hingga tebal, dan bergerak condong ke arah barat dan barat laut.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana (PVMBG) Badan Geologi, Kasbani mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di seluruh area di dalam radius empat kilometer dari puncak Gunung Soputan.

Imbauan itu termasuk di dalam area perluasan sektoral ke arah Barat-Baratdaya sejauh 6,5 kilometer dari puncak yang merupakan daerah bukaan kawah, buat menghindari potensi ancaman guguran lava maupun awan panas.

“Kami jelaskan tidak ada pengungsian karena memang daerah yang berada di dalam 4 kilometer dan sektoral 6,5 kilometer itu tidak ada penghuninya,” tutur Kasbani.

Kasbani meminta masyarakat tetap tenang dan menginstruksikan tidak ada aktivitas dalam radius yang ditetaokan.

“Tidak boleh ada aktivitas pendakian karena potensi letusan bisa terjadi setiap saat,” katanya.

Masyarakat di sekitar Gunung Soputan juga dianjurkan agar menyiapkan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi potensi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.

“Masyarakat yang terdampak abu harus menyiapkan masker tapi tidak perlu mengungsi. Abu ini bisa terbang ke mana saja, bisa melebihi radius tergantung arah angin,” katanya.

Anak Krakatau Bergejolak

Anak Gunung Krakatau di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung juga bergejolak. Gunung itu sudah meletus 156 kali sepanjang Selasa (2/10) hingga Rabu (3/10) dini hari.

Dari pengamatan kamera pemantau, sinar letusan terlihat jelas dari Gunung Anak Krakatau. Terdengar juga suara dentuman dan getaran dan kaca dirasakan lemah-kuat di pos pengamatan. Sedangkan ombak laut tenang.