TBMK Pasang Kamera Jebak

Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK) menggunakan kamera jebak untuk memantau satwa di sekitar basecamp, terutama untuk memantau habitat rusa timor dan pergerakan macan kumbang (Panthera pardus). “Footage video duo macan kumbang tahun 2016 yang kami dapatkan di sekitar basecamp merupakan peristiwa yang cukup mendebarkan, karena kedua ekor macan itu memangsa rusa yang ada dalam penangkaran TBMK,” ujar Kang Echo, Manajer TBMK Wanadri di Bandung, Jumat (9/11/2018).

Camera Trap  (kamera jebak) adalah unit kamera yang dapat diaktifkan secara otomatis karena dilengkapi dengan sensor untuk menditeksi gerakan atau cahaya. Kamera tipe ini biasanya digunakan untuk merekam foto (dapat juga merekam video pada beberapa tipe) dari pergerakan satwa liar yang melintas di depan kamera. Kamera jebak sudah digunakan oleh para peneliti dan pegiat di bidang satwa liar dan ekologi sejak lama. Selain digunakan untuk kepentingan berburu dan melihat satwa liar, kamera jebak juga seringkali digunakan untuk riset ekologi sarang, deteksi satwa langka, studi populasi, dan lain sebagainya.

Keunggulan penggunaan kamera jebak adalah kita dapat merekam data yang akurat tanpa menganggu satwa. Sehingga dengan demikian kita dapat mengambil data yang sangat berharga ini dan dapat direview oleh orang lain. Berbeda apabila kita mengamati satwa secara langsung.

“Kamera yang kami gunakan adalah merek Bushnell, dengan tipe Trophy Cam HD lansiran tahun 2015 yang memiliki resolusi maksimum 12MP. Dapat memuat baterai tipe AA sejumlah maksimum 8 unit dan storage card format SD dengan kapasitas 16 Gb,” tutur Kang Echo menjelaskan

Kamera jebak merupakan salah satu peralatan yang sangat berguna dalam membantu dalam pengelolaan kawasan khususnya dalam rangka pengamatan dinamika populasi dan ekologi rusa. Seringkali ditemukan banyak hal menarik di luar target foto yang direncanakan. Terkadang masuk dalam frame berbagai satwa lain yang dapat memperkaya data  satwa yang ada di kawasan. “Foto-foto seperti ayam hutan, burung, musang, monyet bahkan manusia sering terekam oleh kamera trap dan tidak jarang mengundang senyum ketika kita melakukan analisis fotonya,” katanya lagi.