Artikel Penjelajahan

Tiket Pendakian Gunung Slamet Bakal Naik jadi Rp 25 Ribu

Puncak Gunung Slamet di ketinggian 3.428 mdpl. Tiket masuk pendakian gunung tertinggi di Jawa Tengah via Pos Bambangan rencananya bakal naik menjadi Rp 25 ribu per orang. (Foto: akurat.co)*

Purbalingga – Tiket masuk pendakian ke Gunung Slamet di Jawa Tengah bakal naik menjadi Rp 25 ribu per orang. Perubahan tarif ini terkait dengan diserahterimakannya pengelolaan jalur pendakian tersebut dari Pemerintah Kabupaten Purbalingga kepada Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur.

Manajer Bisnis Perum  Perhutani KPH Banyumas Timur Sugito mengatakan bahwa kenaikan tersebut direncanakan untuk tiket masuk jalur pendakian Gunung Slamet via Pos Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Kabupaten Purbalingga. Saat ini, perubahan tarif masuk masih dibahas bersama Pemdes Kutabawa dan kelompok masyarakat.

“Rencananya Rp 25 ribu. Masih kami bahas dengan elemen masyarakat dan desa tapi pasti ada kenaikkan. Sebab, pada praktiknya selama ini pendaki yang masuk melalui Pos Bambangan dikenai tiket Rp 20 ribu. Rp 10 ribu Pemkab Purbalingga dan Rp 10 ribu untuk Pemdes Kutabawa,” tutur Sugito, Jumat (14/6/2019), dikutip dari gatra.com.

Dikatakannya, tiket sudah termasuk asuransi pendaki serta biaya untuk kas Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Argo Waluyo Desa Kutabawa dan KPH Banyumas Timur sebagai pengelola, Tim SAR serta kebersihan dan keamanan lingkungan.

Lebih lanjut Sugito mengatakan, perubahan pengelolaan dan tarif tiket ini bertujuan untuk menertibkan administrasi dan meningkatkan pelayanan. Soalnya, kata dia, selama ini banyak pendaki yang mengeluhkan tiket ditarik dua kali. Dengan kenaikan tersebut, dia yakin tidak akan berdampak pada tingkat kunjungan.

Gunung tertinggi kedua di Pulau Jawa ini dikenal sebagai destinasi favorit pendaki. Selain, pemandangannya yang indah, vegetasi di sepanjang jalur menuju puncak dengan ketinggian 3.428 mdpl tersebut masih sangat terawat.

Dari data yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Purbalingga dalam hal ini Dinas Pemuda Olah Raga dan Pariwisata, jumlah pendaki yang naik ke puncak Gunung Slamet mencapai 24.272 orang sepanjang tahun 2018. Pada 10 Januari 2019, jalur pendakian sempat ditutup dalam rangka pemulihan ekosistem dan kembali dibuka pada Sabtu, 2 Maret 2019. (iar)*