Tim Pendahulu Relawan Wanadri Tiba di Palu

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri telah mengirimkan tim pendahulu relawan gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. “Kami sudah sampai di Kota Palu dan bersama-sama relawan lain sudah membangun Pos Bantuan  di Jln. Muhamad Yamin Jalur Dua Kota Palu di depan Kantor PTUN,” ujar Galih Donikara (W- 628 TORA ) menginformasikan melalui telefon, Rabu (3/10/2018).

Menurut Galih, Para relawan bencana Palu – Donggala secara bergelombang terus berdatangan, baik melalui udara, darat, dan laut. Tim Wanadri langsung bergabung dengan Tim Relawan Jabar, Relawan Palu, dan Makassar. Wanadri mengirimkan  15 relawan untuk tim pendahulu yang berangkat dalam rombongan berbeda. “Yang bergabung sampai sekarang di lokasi ada 15 orang anggota Wanadri dan 40 relawan lainnya ternasuk tim media Med A dari FK Unisula,” ujar Galih lagi.

Sementara itu dari Kompas.com diperoleh informasi bahwa hingga hari kelima setelah gempa telah ditemukan 1.407 korban meninggal dunia. Selain itu, sebanyak 2.549 orang luka berat. Mereka tengah dirawat di rumah sakit. Informasi tersebut berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Rabu (3/10/2018) pukul 13.00 WIB.

“Yang sudah dimakamkan 519 jenazah,” ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho saat jumpa pers di Kantor BNPB, Jakarta, Rabu. Sutopo mengatakan, korban meninggal berasal dari Palu, Donggala, Parigi Moutong, dan Sigi. Seluruh korban meninggal adalah warga Indonesia. Rincian korban tewas, yakni 1.177 orang berada di Palu, 153 orang di Donggala, 12 orang di Parigi Moutong, dan 65 orang di Sigi. Data lainnya, masih ada 113 orang yang dinyatakan hilang dan 152 orang tertimbun.*

https://nasional.kompas.com/read/2018/10/03/14063121/bnpb-korban-tewas-gempa-dan-tsunami-di-sulteng-1407-orang.