Artikel Lingkungan

UNDP Undang Wanadri Pelatihan Operasi Sapu Jerat

Barang bukti jerat harimau hasil dari sapu jerat harimau di Tugu Pantai Panjang Bengkulu, Minggu (30/7/2017). UNDP mengundang Wanadri dalam rangka kegiatan CIWT yakni pelatihan operasi sapu jerat di kantor UNDP di Jakarta, Kamis (23/5/2019). (Foto: Antara/David Muharmansyah)*

Bandung – Badan Program Pembangunan PBB atau United Nations Development Programme (UNDP) mengundang Wanadri turut dalam pelatihan operasi jerat pada Kamis (23/5/2019) di Jakarta.

Ketua Dewan Pengurus Wanadri Rafi Respati mengatakan bahwa dalam projek UNDP itu Wanadri diundang untuk mengikuti kegiatan memerangi perdagangan satwa liar ilegal atau Combating Illegal Wildlife Trade (CIWT) yakni operasi sapu jerat (animal-trap clean out). “Kegiatannya membersihkan jerat-jerat yang ada di hutan untuk binatang-binatang yang menjadi target perlindungan seperti harimau, gajah, anoa, dan sebagainya,” tutur Rafi, Minggu (19/5/2019).

Dikatakan Rafi, undangan kerja sama dari UNDP perihal CIWT tersebut sejauh ini baru dalam tahap obrolan biasa. Diskusi awal antara kedua pihak sudah digelar beberapa waktu lalu dengan salah satu poin  mengenai apa saja yang bisa dilakukan Wanadri terkait CIWT tersebut.

“Intinya, kalau dari Wanadri karena biasa lama di hutan untuk operasional berhari-hari insyaallah ke hutan kita siap. Selain itu, UNDP juga sekaligus mencari orang-orang yang bisa diterima dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat,” tutur anggota Wanadri angkatan Topan Rimba 2014 itu.

Rafi mengatakan bahwa dua target tersebut saling berkaitan satu sama lain dalam rencana jangka panjang. Misalkan sosialisasi hingga arahan kepada orang-orang yang awalnya suka berburu supaya diarahkan ke pekerjaan lain. “Sebetulnya kita belum ada kesepakatan apa-apa perihal itu. Baru ngobrol-ngobrol. Ini masih prematur banget, belum ada hal-hal yang lebih teknis karena legalnya juga belum ada,” katanya.

Meski begitu, sebagai tindak lanjut dari obrolan dan diskusi awal, pihak UNDP mengundang Wanadri pada tanggal 23 Mei 2019 di kantor UNDP di Jakarta. Kata Rafi, bakal ada training atau lebih tepatnya sharing knowledge sekaligus penjelasan-penjelasan lebih detail mengenai gambaran awal bagaimana menginvestigasi animal-trap clean out. Rencananya antara 15-20 anggota Wanadri yang diikutsertakan dalam pertemuan sehari tersebut.

Dari obrolan awal kedua pihak, Rafi menyebut, kegiatan CIWT rencananya akan ada di dua lokasi taman nasional yakni Taman Nasional Gunung Leuser di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara dan Taman Nasional Bogani Nani Wartabone di Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo. (iar)*