Wacana Penutupan Kawasan TN Komodo Masih dalam Pembahasan

Foto arsip. Seekor komodo berada dalam pengawasan penjaga di Pulau Rinca, Kawasan Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur, Minggu (14/10/2018). Pulau Rinca yang merupakan zona inti Taman Nasional Komodo dihuni lebih dari 1.500 ekor komodo, sementara di Pulau Komodo populasinya berjumlah sekitar 1.300 ekor. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/ama)

Jakarta – Rencana penutupan sementara Taman Nasional (TN) Komodo di NTT rupanya masih perlu pembahasan lebih lanjut. Hal itu diungkapkan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno.

“Wacana penutupan sementara TN Komodo yang bertujuan untuk melakukan perbaikan tata kelola khususnya untuk mendukung tujuan konservasi, perlu segera dibahas antara Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pariwisata, Kementerian Dalam Negeri, dan Kementerian Keuangan,” kata Wiratno kepada Antara, Senin (28/1/2019).

Sebagaimana diatur dalam peraturan perundangan bidang lingkungan hidup dan kehutanan, pengelolaan TN Komodo berada di bawah Dirjen KSDAE KLHK.

Peraturan perundangan tersebut adalah UU No. 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya, UU No. 23/2014 tentang Pemerintah Daerah, PP No. 8/2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam, Perpres No. 16/2015 tentang Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.18/MENLHK-II/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.7/MENLHK/SETJEN/OTL.0/1/2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Taman Nasional.

Kata Wiratno, Menteri LHK cq Dirjen KSDAE punya kewenangan untuk menutup atau membuka kembali suatu taman nasional. Hal ini dilakukan atas dasar pertimbangan ilmiah, fakta lapangan, kondisi sosial ekonomi dan masukan dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan pihak lainnya.

“Dengan demikian, penutupan kawasan taman nasional menjadi kewenangan Direktorat Jenderal KSDAE KLHK,” ujarnya.

Sebelumnya, wacana penutupan sementara TN Komodo diungkapkan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat. Hal itu, kata dia, disebabkan kondisi habitat komodo di Kab. Manggarai Barat sudah semakin berkurang serta kondisi tubuh komodo yang kecil sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo.

Seturut monitoring Balai TN Komodo dan Komodo Survival Programme pada tahun 2017, jumlah populasi komodo sebanyak 2.762 individu. Spesies kadal terbesar di dunia itu tersebar di Pulau Rinca sebanyak 1.410 individu, Pulau Komodo (1.226), Pulau Padar (2), Pulau Gili Motang (54), dan Pulau Nusa Kode (70). Sementara populasi rusa sebanyak 3.900 individu dan kerbau 200 individu. *

 

https://www.antaranews.com/berita/792494/klhk-penutupan-kawasan-taman-nasional-komodo-masih-dalam-pembahasan

 

Leave a Reply