ArtikelArtikel KemanusiaanArtikel LingkunganArtikel PendidikanArtikel Penjelajahan

Wanadri Miliki Sekretariat Tetap di Punclut

Berdoa bersama pada acara Syukuran Penandatangan Akta Jual Beli Sekretariat Tetap Wanadri di Jln. Pagermanah Kab. Bandung Barat, Sabtu (5-10-2019). Foto Raihan*

Pada tulisan memperingati ulang tahun ke-55 Wanadri, Alhasani Amin (W-1112 Toba) menandai angka “55’ sebagai palindron. Disebutkan Amin, palindron adalah lambing kekokohan karena angka atau kata palindron itu tetap dibaca sama baik dari depan ke belakang ataupun dari belakang ke depan.

Namun, kata Amin juga dalam tulisan yang sama, secara filosofis ada makna lain yang lebih dalam dari palindrom. Palindrom bisa dimaknai sebagai posisi kegamangan ketika harus menentukan langkah, apakah mengikuti bayang-bayang di belakangnya atau mengikuti tantangan di hadapannya.

Tulisan tentang palindron “55” itu dibuat Amin setelah acara Malam Renungan Dies 55 Wanadri pada 15 Mei 2019 di Sekretariat Jln. Pahlawan 70 Bandung. Lima bulan setelah acara tersebut, makna palindron itu mulai terkuak dan menunjukkan bahwa palindron “55” itu melambangkan kekokohan. Mengapa?

Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri kini sudah memiliki Sekretariat Tetap! Ya, keberadaan sekretariat tetap ini menjadi lambang kekokohan sebuah perhimpunan yang sebelumnya bersekretariat dengan memanfaatkah fasilitas pihak lain.

“Alhamdulillah, setelah 55 tahun, akhirnya Wanadri punya sekretariat tetap,” kata para tokoh Wanadri sesaat setelah penandatanganan akta jual beli tanah dan bangunan di Jln. Pagermanah No. 31 RW 8 Desa Pagerwangi Kec. Lembang Kab. Bandung Barat 40791). Ketua Dewan Pengurus Wanadri, Rafi Respati (W-1051 Topan Rimba) menyatakan rasa bersyukur karena Wanadri kini sudah punya sekretariat tetap. Hal senada juga disampaikan perwakilan Tim Sektap, Ipong Witono serta pemilik sebelumnya tanah dan bangunan, Teddy Kardin (W-279 Angin Lembah).

Keberadaan sekretarian tetap di atas tanah seluas 680 meter persegi ini memang seperti tonggak yang memperkokoh keberadaan Wanadri dalam perjalanannya dalam berbakti dan menorehkan prestasi .

Acara syukuran penandatanganan akta jual beli pada Sabtu (5-10/-019) ditandai juga dengan acara potong tumpeng dan penanaman pohon.*