Wanadri Tetapkan Puncak Prasidi dan Puncak Ogun di Pegunungan Bintang

Tim Ekspedisi Pendakian Puncak Yamin Wanadri menamai dua puncak yang belum bernama di Kabupaten Pegunungan Bintang dengan nama dua legenda Wanadri, Prasidi dan Ogun. Demikian diinformasikan Ketua Umum Dewan Pengurus Wanadri XXV Andi “Pete” Angga Kusuma (W-949 TARA) di Bandung, Senin (8/10/2018).

“Kami mendedikasikan keberhasilan pencapaian Puncak Yamin ini untuk seluruh rakyat Indonesia. Namun, kami juga ingin mendedikasikannya secara khusus kepada dua senior kami yang sudah tiada, Mas Prasidi dan Kang Ogun,”  ujar Pete.

 

Prasidi Widya Sarjana (W-0235 TR) dan Muhamad “Ogun” Gunawan ( W-478 KR) adalah dua anggota senior Wanadri yang legendaris. Mas Prasidi adalah salah seorang perancang ekspedisi dan pelatihan yang andal, sedangkan Kang Ogun adalah salah seorang anggota pendakian pertama Puncak Everest dari Indonesia.

“Saya menerima telefon dari Gilang Gautama tentang keberhasilan teman-teman mencapai Puncak Yamin pada Senin, 1 Oktober. Katanya mereka mencapai puncak pada pkl. 11.23 WIT. Alhamdulillah…,” kata Pete. Pendakian Puncak Yamin ini adalah satu kegiatan dari rangkaian  Festival Puncak Papua yang merupakan kolaborasi antara Wanadri dan Indonesia Mengajar.

“Tentunya berita keberhasilan ini sangat membuat semua  senang, walau kekhawatiran selalu membayangi karena yang direncanakan dan  dipersiapkan logistik dan lain-lain cuma untuk sebelas hari lapangan, sedangkan di hari ke-9 tim masih berada di camp batas vegetasi (subAlpine). Alhamdulillah, puji syukur tim bisa menyelesaikan semua masalah yang pastinya sulit saya bayangkan di sini. Dari penambahan hari pendakian tersebut solusi yang diambil oleh tim yaitu mengirim orang yang tersisa di basecom Desa Bime dengan dibantu masyarakat untuk mengirim bahan makanan tambahan untuk perjalanan turun. Hari ini, 8 Oktober 2018 sebagian tim sudah ada di Sentani dan sebagian lagi masih  di Desa Bime,” tutur Pete.

Laporan lapangan yang diterima dari Puncak Gunung Yamin atau disebut Olsua Vamin atau Gunung Lim pada titik tertinggi 4.569 mdpl, tim pendaki ini menjadi orang dan tim Indonesia pertama di dunia yang berhasil melakukan pendakian bersama masyarakat Distrik Bime Kab.Pegunungan Bintang Prov.Papua untuk menggurat sejarah baru dengan memancangkan besi plakat letak puncak. “Ada dua puncak yang tidak ada namanya  kemudian diberi nama oleh tim dengan Puncak Prasidi dan Puncak Ogun sebagai bentuk dedikasi kepada para pelatih. Kami juga mengucapkan terima kasih banyak kepada masyarakat Indonesia, masyarakat Bime, pihak sponsor,  Indonesia Mengajar, dan anggota Wanadri yang terus mendukung kegiatan ini sejadi-jadinya,” kata Pete.*