ArtikelArtikel Lingkungan

WWF Indonesia Canangkan “Plastic Free Network” di Semarang dan TN Karimunjawa

Petugas Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKJ) bersama pegawai PT Indonesia Power dan kelompok masyarakat setempat melakukan pembersihan sampah di Pulau Cilik, Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (28/4). BTNKJ menyebutkan rata-rata setiap bulan sampah di kawasan wisata kepulauan tersebut dapat mencapai 5-7 ton, terdiri dari sampah perairan yang terbawa arus, sampah wisatawan, dan sampah rumah tangga. ANTARA FOTO/Aji Styawan/pras/18.

Semarang – World Wide Fund for Nature (WWF) Indonesia melalui program Plastic Free Ocean (PFO) mencanangkan progam bernama Plastic Free Network (PFN) di Kota Semarang dan Taman Nasional Karimunjawa Jepara, Selasa (13/2/2019).

Program tersebut digulirkan dalam rangka mendukung program pemerintah Indonesia untuk menurunkan sekira 70 persen pencemaran plastik di lautan pada 2025 mendatang.

Melalui sebuah pertemuan di Kota Semarang, WWF-Indonesia memaparkan program PFN sekaligus memberikan pelatihan mengenai metodologi survei dan monitoring sampah plastik lautan di pesisir beserta aplikasinya kepada tamu undangan yang hadir. Mereka di antaranya adalah  perwakilan dari Balai Taman Nasional Karimunjawa, Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, dan Dinas Pariwisata Jawa Tengah. Juga hadir yayasan yang bergerak di bidang konservasi perikanan, dan sosial ekonomi TAKA.

Penanggung jawab program PFO Made Putri Karidewi mengatakan, program PFN yang dicanangkan pihaknya merupakan kegiatan survei dan monitoring sampah plastik di pesisir. Program melibatkan masyarakat baik individu maupun kelompok yang bersifat relawan.

“PFN sebenarnya kami buat menjadi sebuah jaringan yang nantinya dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan keberadaan dan bahaya sampah plastik lautan,” terang Putri, dikutip dari Tribun.

Kegiatan PFN, tambahnya, merupakan kegiatan pendataan sampah secara riil oleh masyarakat di lokasi yang telah ditentukan.

PFN di Semarang dan Karimunjawa merupakan program yang ke-7. Sebelumnya, enam program serupa sudah ada di Bali, Labuan Bajo dan Taman Nasional Komodo, TMI Wakatobi, Makasar, Alor, dan Kepulauan Kei Maluku.

“Sekali lagi PFN adalah jaringan milik bersama dan saat ini masih dalam penggarapan website beserta aplikasinya. Semoga siap digunakan dan diakses pada akhir Februari nanti,” kata Putri. (iar)*

 

http://jateng.tribunnews.com/2019/02/12/wwf-indonesia-canangkan-program-pengelolaan-sampah-plastik-di-kota-semarang-dan-karimunjawa?page=2