Kompas traveler Amerika & Eropa
Penulis : Myrna Ratna
Penerbit: Kompas
Harga : Rp. 98.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)
Menyusuri Eropa, menapaki jejak peradabannya, ibaratnya mempelajari sejarah dunia.
Di Eropa kemana pun kaki melangkah, akan selalu bersisihan dengan sejarah, gedung tua terawat, lukisan, perkebunan anggur dan transportasi yang baik.
Keindahan macam apa dan kisah apa saja yang berada dibalik perjalanan wisata yang diantaranya merefleksikan kehebatan peradaban masa lampau?
Ditulis Myrna Ratna, wartawan senior harian kompa yang tak sekedar menyodorkan pesona sebuah destinasi wisata, tapi juga menawarkan cara pandang berbeda, sekaligus berbagi suasana batin dalam setiap perjalananya.
——————————————————————————————————-
Ekspedisi Ciliwung
‘Dari Mata Air Ke Air Mata’
Penulis: Laporan Jurnalistik Kompas
Penerbit: Kompas
Harga: Rp. 65.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)
Berkah maupun bencana alam pada hakikatnya hanyalah jawaban alam atas tindakan yang telah ia terima dari manusia. Jika kita memperlakukan dan mengolah lingkungan alam dengan bijak, kita bakal menuai berkah yang melimpah; namun, sebaliknya, kalau alam diperlakukan dengan semena-mena, bisa dipastikan ia bakal melakukan pembalasan dengan mencurahkan seribu satu musibah.
Tulisan-tulisan dalam buku ini secara umum menggambarkan kausalitas serupa juga terjadi dalam hubungan antara Sungai Ciliwung yang di zaman purbakala dimuliakan dan dijaga sebagai sumber air utama, kemudian mengalami perusakan dan pencemaran parah akibat faham kapitalisme yang cenderung eksploitatif.
Perubahan sikap manusia atas Ciliwung mengakibatkan sungai itu mengalami perubahan peran ekologis. Sungai utama yang membelah Jakarta itu, yang dulu merupakan mata air sumber kehidupan, kini telah berubah menjadi sumber air mata akibat banjir dan seribu-satu macam bencana lain yang seringkali dibawa.
Buku ini membahas sejarah Sungai Ciliwung, sungai purba yang kian terpuruk dan belum digarap maksimal, memotret masalah dan perkembangan di sepanjang jalur, kisah-kisah kemanusiaan, serta potensi yang siap digali untuk masa datang. Dilengkapi dengan foto-foto yang menggugah serta infografis yang bisa menambah wawasan tentang Ciliwung.
——————————————————————————————————-
Fotobiografi Kartono Riyadi
‘Pendobrak Fotografi Jurnalistik Indonesia Modern’
Penulis: Atok Sugiarto
Penerbit: Kompas
Harga: Rp. 48.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)
Foto-foto Kartono hebat bukan karena hal itu saja, tapi juga karena kesabarannya untuk menunggu, menanti, dan berharap. Pendeknya, foto-fotonya hebat karena ia tabah dan tekun untuk berada dalam suatu proses berita yang bakal melahirkan suprise.
(SINDHUNATA)
Kartono Riyadi (1945-2005) yang memiliki sebutan atau inisial KR, atau Kompas/kr, wartawan foto Kompas (1971-2005) dengan berbagai bidang liputan, olahraga, human interest, lingkungan, dan budaya. Salah satu karyanya yang monumental berjudul “Air Mata Emas”, foto yang diambil saat Susi Susanti berlinang air mata di arena Olimpiade Barcelona 1992.
Dua Karyanya yang lain memenangi World Press Photo Holland (1974-1978). KR juga beberapa kali memenangi hadiah Adinegoro, impian banyak wartawan foto. Semua itu menguatkan citranya sebagai pendobrak fotografi jurnalistik Indonesia Modern.
KR bukan hanya wartawan foto yang menguasai peralatan fotografi, tetapi wartawan yang menyampaikan pesan lewat karya fotografis. Perintis foto jurnalistik Kompas ini sering memberi inspirasi bagi wartawan foto lain. Karenanya ia dijuluki suhu oleh para sahabat.
Buku ini berisikan riwayat hidup KR dan karya-karya terbaiknya.
——————————————————————————————————-
Bersepeda Membela Pegunungan Andes
Karya: Bambang “Paimo” Hertadi Mas
Harga: Rp. 50.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)
Buku tentang pengalaman The Legend Bambang “Paimo” Hertadi Mas yang sudah berkeliling dunia menggunakan sepedanya, dalam buku ini Paimo menceritakan dengan detail pengalamannya bersepeda sejauh 6000km dari La Paz (ibukota Bolivia) hingga ke ujung terselatan Benua Amerika – Punta Arenas (Cile).
| ——————————————————————————————————- |
Nyanyian Angin di Celah Gemunung Himalaya
‘Sieling Go’
Karya: Sieling go
Harga: Rp. 80.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)
“Super Woman”, mungkin julukan ini sangat tepat untuk seorang wanita yang bernama Sieling. Buku yang sangat jujur mengeluarkan kesukaan ataupun kebenciannya atas apa yang dihadapinya dengan tulisan yang berjiwa. Baginya puncak gunung bukan menjadi tujuan utama dalam sebuah pendakian, tapi menikmati setiap peristiwa selama kakinya melangkah.Coretan ilustrasinya bisa membuat kita tertawa. terpingkal-pingkal. Cerita perjalanan ini membuat kita seolah-olah turut mengalaminya. Semua yang dilakukannya adalah sebuah cinta. – Shirley Tanudjaja, Mahitala Unpar –
| ——————————————————————————————————- |
Tambora ‘Sumber Tertulis Abad XV-XIX’
Karya Atep Kurnia dan T. Bachtiar
Harga: Rp. 60.000,- (Tidak Termasuk Ongkos Kirim)
Buku ini mencoba menelusuri sumber-sumber tertulis dari sejarah alam Gunung Tambora, memuat informasi dari sumber aslinya tentang gunung api yang mematikan, baik sebelum letusan maupun sesudah letusan.
| ——————————————————————————————————- |
Stalking Indonesia
Harga: Rp. 63.000 (tidak termasuk ongkos kirim)
Karya : Margareta Astaman
Gue berharap kumpulan tulisan ini bisa membuat siapa yang membacanya jadi ‘lebih tahu dari tahu’. Bukan hanya sekadara tahu cara ikut melihat pemandangan luar biasa di bumi pertiwi ini, tapi juga melihat di baliknya, tentang isu dan konflik yang terkadang menyusunnya.
” To travel is to meet the people and to understand their way of life. To see some pretty sceneries? That’s a bonus! A goog bonus ” – Margareta Astaman –
| ——————————————————————————————————- |
Benteng Selatan Nusantara
Kabupaten Maluku Barat Daya
Harga: Rp. 80.000 (tidak termasuk ongkos kirim)
Karya : Bakosurtanal
Pada jaman penjajahan Belanda di Indonesia, Wilayah Maluku Barat Daya juga termasuk salah satu daerah jajahan. Perdagangan tradisional dengan cara barter antar pulau serta barter dengan pendatang telah dilakukan sejak sebelum kedatangan para penjajah, sehingga terdapat banyak kontak dagang di dalam dan luar daerah ini.
Dengan kedatangan Belanda beserta bentuk penjajahan yang dilakukan, situasi ini berubah. Kebijakan monopoli terjadi, sehingga penduduk setempat dipaksa dan dijadikan mitra utama perdagangan dan sumber pendapatan, serta diklaim atas nama “peradaban’ sehingga cukup banyak mempengaruhi budaya tradisional yang ada.
Setelah Masa kolonialisasi Belanda berakhir, kontak antara daerah di Maluku Barat Daya menjadi sangat terisolasi dan sering dikatakan sebagai daerah yang terlupakan, oleh karena itu salah satu misi Survei PSSDAL di Kepulauan Lemola ini untuk bertahap mengembalikan masa keemasan perdagangan.
| ——————————————————————————————————- |
Ekspedisi Kompas
Hidup Mati di Negeri Cincin Api
Harga: Rp. 198.000 (tidak termasuk ongkos kirim)
Karya : Ahmad Arif
Mendaki gunung-gunung api teraktif di dunia. Meniti bebatuan rapuh di tubir kaldera-kaldera raksasa yang letusannya mengubur peradaban manusia dan menggelapkan langit dunia. Menyusuri jalur patahan raksasa dan mengarungi lautan yang kerap mengirim tsunami. Hingga menjelajahi hutan dipenuhi keragaman hayati yang tercipta dari kompleksitas geologi. Perjalanan ini berujung pada sederet ironi sekaligus harapan terhadap negeri yang dibelit Cincin Api.
Jutaan orang tinggal dalam jangkauan letusan gunung berapi, bahkan sebagian tinggal di dalam kaldera tanpa menyadarinya. Kota-kota tumbuh di jalur patahan, dibangun dari batu bata rapuh dan abai prinsip aman gempa. Tsunami yang mengancam hanya dibentengi tanggul cacat, bukit yang dikeruk, bakau yang menyusut, alat deteksi dini yang dicuri, dan masyarakat yang lupa.
Survei yang dilakukan Litbang Kompas pada Juni-Juli 2011 mengungkapkan minimnya pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap bencana itu. Hampir separuh dari 806 responden yang tinggal di zona bahaya tidak menyadari ancaman bencana yang sangat mungkin melanda daerah mereka.
| ——————————————————————————————————- |
Dari Nol Kilometer Merajut Nusantara
Editor : Jannes Eudes Wawa
Harga : Rp. 89.000 (tidak termasuk ongkos kirim)
Satu dari sedikit buku yang berkisah tentang perjalanan bersepeda jarak jauh. Jelajah sepeda yang dilakukan Kompas selama 14 hari dan menempuh jarak 1.539 kilometer antara Sabang-Padang ini selain membutuhkan kondisi fisik prima juga mental baja.
Selain laporan jurnalistik dalam jelajah sepeda, perihal keka-yaan alam, budaya dan ekonomi, buku ini juga memuat ke-saksian sejumlah peserta terhadap perjalanan yang oleh se-bagian digambarkan sebagai petualangan menantang dan mengasyikkan.
Kayuhan demi kayuhan dalam jelajah sepeda ini memberi kesan mendalam dan sulit terlupakan para peserta.
Mengayuh sepeda dari Sabang hingga Padang selama dua pekan mungkin dianggap melelahkan. Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi kami. Tanjakan dan turunan, serta hujan dan panas menjadi sahabat yang menyenangkan dalam jelajah ini. Setelah tiba di finish, rasanya tidak mau berhenti, dan ingin terus mengayuh hingga ke ujung dunia. Brigjen Polisi Royke Lumowa, Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Daerah Rawan Konflik dan Kontijensi Kemenkopolhukam
Dari Sabang, ujung terbarat Indonesia, kami menjelajah dengan sepeda hingga Kota Padang di tanah Minangkabau. Jarak 1.539 kilometer tidak terasa, saat kami, 46 bersaudara, menikmati sepenggal zamrud khatulistiwa. Negeri ini sungguh menarik. Aristy Prajwalita Madjid, dokter tugas di Jakarta
Tigabelas hari menyusuri tiga provinsi dan puluhan kabupaten/kota telah menempa kami mencapai tujuan masing-masing. Saya telah berhasil mengalahkan semua ketakutan dan kekhawatiran yang sempat hinggap sebelum jelajah. Saya juga telah menenggelamkan nyali yang ciut menjadi sebuah perjalanan yang berharga. Jelajah sepeda ini sungguh perjalanan yang mengalahkan diri sendiri. Alois Wisnuhardana, wartawan di Jakarta.
| ——————————————————————————————————- |
Ekspedisi Bengawan Solo
‘Kehancuran Peradaban Sungai Besar’
Penulis : Laporan Jurnalistik Kompas
Harga : Rp. 56.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)
“Mata airmu dari solo terkurung Gunung Seribu Air mengalir sampai jauh Akhirnya ke laut” (cuplikan syair lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang)
Bengawan Solo lebih dari sekedar lagu yang melegenda. Sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Jawa tersebut, saat ini menghadapi permasalahan yang sangat kompleks. Kerusakan ekologi yang parah: banjir besar di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Bengawan Solo menjadi saksi bisu bagaimana manusia Indonesia memperlakukan secara ironis sumber kehidupan utamanya: air. Manusia begitu bergantung pada Bengawan Solo, tetapi pada saat yang bersamaan mereka merusaknya.
Ekspedisi Bengawan Solo Kompas memotret secara mendasar masalah-masalah sungai tersebut sedalam mungkin dari sejarahnya, bagaimana peran masunia di sekitar suangai, apa manfaat yang diperoleh dari sungai, hingga kerusakan yang diakibatkan oleh ulah manusia di sekitar sungai.
Buku Ekspedisi Bengawan Solo layak menjadi referensi bagi Anda yang berkecimpung pada dunia lingkungan hidup, antropologi, arkeologi, sosiologi, dan siapa saja yang peduli pada ekologi sungai. Pustaka ini dilengkapi pula dengan foto, grafis, dan data hasil riset yang semakin memperjelas gambaran kehidupan sungai besar ini.
| ——————————————————————————————————- |
Ekspedisi Krakatau
Krakatau ‘Laboratorium Alam di Selat Sunda’
Penulis: Bakosurtanal (Badan Informasi Geospasial BIG)
Harga: Rp. 80.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)
Dari jauh hamparan pasir Anakrakata sudah terlihat indah. Semua anggota tim tidak sabar untuk segera mencapainya. Udara panas, namun angin laut terasa menyegarkan. Inilah yang didambakan banyak orang, berada di pulau yang menjadi legenda dunia, gunung api muda yang indah dan menakjubkan, yang terus tumbuh membentuk dirinya.
Ledakan mahadahsyat Krakatau Agustus 1883 telah mensterilkan gunung ini. Namun, selang beberapa waktu, di Krakatau muncul tumbuhan yang masih halus serta binatang-binatang kecil. Lalu timbul hipotesis mengenai asal-usul tumbuhan dan hewan tersebut.
Bagaimana keadaan tumbuhan dan binatang di krakatau saat ini? Jawabannya ada dalam buku ini, selamat membaca.
| ——————————————————————————————————- |
Bali From Space (edisi Indonesia Tourism Vol. 1)
Penulis: Badan Informasi Geospasial
Penerbit: Badan Informasi Geospasial
Harga: Rp. 80.000 ,- (tidak termasuk ongkos kirim)
Atlas Bali dari Angkasa ini merupakan bentuk penyajian citra penginderaan jauh satelit (foto satelit) dan foto udara melalui pesawat terbang dalam bentuk buku yang dilengkapi dengan foto teristis, peta, dan narasi semi ilmiah.
Citra penginderaan Jauh yang ditampilkan, diproses sedemikian rupa untuk menonjolkan fenomena tertentu melalui penggunaan panjang gelombang optik, seperti saluran tampak dan inframerah serta gelombang mikro. Buku ini dilengkapi dengan uraian singkat mengenai konsep dasar teknologi penginderaan jauh, legenda dan teknik interpretasi secara mudah.
——————————————————————————————————-
Pulau Marore Pulau Kawio Gerbang Utara Nusantara
Penulis: Badan Informasi Geospasial
Penerbit: Badan Informasi Geospasial
Harga: Rp. 80.000 ,- (tidak termasuk ongkos kirim)
Pulau-pulau kecil itu laksana sieraden chysoprase yang teruntai. Hijaunya pulau berpadu dengan putihnya pasir pantai, hijau muda kebiruan laut dangkal padang lamun dan terumbu karang, dikelilingi biru tua samudra tak bertepi, merupakan gambaran keindahan yang abadi. Kerumitan buminya merupakan hasil dari proses tektonik yang teramat panjang. Untaian pulau-pulau gunung api dan batu karang ini merupakan jembatan klasik dan gerbang dunia bagi masyarakat Nusantara selama berabad-abad, bahkan hingga kini. Pengembara lautan itu kemudian menetap di pulau yang menawarkan keramahan alam, di teluk-teluk yang terlindung dan menyediakan air tawar. Survei di Pulau Marore dan Pulau Kawio ini seperti pisau bermata dua. Survei sekaligus perjalanan napak tilas nenek moyang yang sudah merintis jalur ini dan membangun persahabatan abadi di Nusantara.
——————————————————————————————————-
Sumberdaya Alam Pesisir dan Laut Teluk Saleh
Penulis: Badan Informasi Geospasial
Penerbit: Badan Informasi Geospasial
Harga: Rp. 80.000 ,- (tidak termasuk ongkos kirim)
Menarik, kengkuhan Gunung tambora yang menjulang seakan mengawasi perairan Teluk Saleh dengan segala dinamika masyarakat pesisirnya. Perjalanan Tim PSSDAL, Bakosurtanal ke pesisir Teluk Saleh di Pulau Sumbawa akan membawa kita memahami beragam potensi dan pesona menawan sebuah teluk di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Beragam kekayaan Alam dan dinamika masyarakat berikut potensinya terekam dalam buku ini. Melalui pendekatan spasial, Tim mengupas secara mendalam kekayaan sumberdaya daratan maupun lautan. Keberadaan Teluk Saleh tercermin dari kajian mendalam mengenai tipologi pesisir, partikel sedimen, ekosistem mangrove, potensi wisata, dan dinamika masyarakat hingga sumberdaya perairannya yang meliputi terumbu karang, padang lamun dan kualitas air yang disajikan dalam buku ini.
——————————————————————————————————-
Cara Pemesanan:
Hubungi:
Staff Pustaka Tropis : Reza Steflyando – 0857.2011.6845 (call/sms/WA)
Pemesanan dilakukan pada jam kerja : Pukul 09.00 – 17.00 WIB
















