Mini Book Shop Pustaka Tropis Wanadri

1. bersepeda membelah pegunungan Andes

Bersepeda Membela Pegunungan Andes

Karya: Bambang “Paimo” Hertadi Mas
Harga: Rp. 50.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

Buku tentang pengalaman The Legend Bambang “Paimo” Hertadi Mas yang sudah berkeliling dunia menggunakan sepedanya, dalam buku ini Paimo menceritakan dengan detail pengalamannya bersepeda sejauh 6000km dari La Paz (ibukota Bolivia) hingga ke ujung terselatan Benua Amerika – Punta Arenas (Cile).

——————————————————————————————————-

2. nyanyian angin Himalaya

Nyanyian Angin di Celah Gemunung Himalaya
‘Sieling Go’

Karya: Sieling go
Harga: Rp. 80.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

“Super Woman”, mungkin julukan ini sangat tepat untuk seorang wanita yang bernama Sieling. Buku yang sangat jujur mengeluarkan kesukaan ataupun kebenciannya atas apa yang dihadapinya dengan tulisan yang berjiwa. Baginya puncak gunung bukan menjadi tujuan utama dalam sebuah pendakian, tapi menikmati setiap peristiwa selama kakinya melangkah.Coretan ilustrasinya bisa membuat kita tertawa. terpingkal-pingkal. Cerita perjalanan ini membuat kita seolah-olah turut mengalaminya. Semua yang dilakukannya adalah sebuah cinta. – Shirley Tanudjaja, Mahitala Unpar –

——————————————————————————————————-

3. Tambora 'Sumber Tertulis Abad XV-XIX'

Tambora ‘Sumber Tertulis Abad XV-XIX’

Karya Atep Kurnia dan T. Bachtiar
Harga: Rp. 60.000,- (Tidak Termasuk Ongkos Kirim)

Buku ini mencoba menelusuri sumber-sumber tertulis dari sejarah alam Gunung Tambora, memuat informasi dari sumber aslinya tentang gunung api yang mematikan, baik sebelum letusan maupun sesudah letusan.

——————————————————————————————————-

IMG_2699

Stalking Indonesia

Harga: Rp. 63.000 (tidak termasuk ongkos kirim)
Karya : Margareta Astaman

Gue berharap kumpulan tulisan ini bisa membuat siapa yang membacanya jadi ‘lebih tahu dari tahu’. Bukan hanya sekadara tahu cara ikut melihat pemandangan luar biasa di bumi pertiwi ini, tapi juga melihat di baliknya, tentang isu dan konflik yang terkadang menyusunnya.

” To travel is to meet the people and to understand their way of life. To see some pretty sceneries? That’s a bonus! A goog bonus ” – Margareta Astaman –

——————————————————————————————————-

IMG_2713

Benteng Selatan Nusantara
Kabupaten Maluku Barat Daya

Harga: Rp. 80.000 (tidak termasuk ongkos kirim)
Karya : Bakosurtanal

Pada jaman penjajahan Belanda di Indonesia, Wilayah Maluku Barat Daya juga termasuk salah satu daerah jajahan. Perdagangan tradisional dengan cara barter antar pulau serta barter dengan pendatang telah dilakukan sejak sebelum kedatangan para penjajah, sehingga terdapat banyak kontak dagang di dalam dan luar daerah ini.

Dengan kedatangan Belanda beserta bentuk penjajahan yang dilakukan, situasi ini berubah. Kebijakan monopoli terjadi, sehingga penduduk setempat dipaksa dan dijadikan mitra utama perdagangan dan sumber pendapatan, serta diklaim atas nama “peradaban’ sehingga cukup banyak mempengaruhi budaya tradisional yang ada.

Setelah Masa kolonialisasi Belanda berakhir, kontak antara daerah di Maluku Barat Daya menjadi sangat terisolasi dan sering dikatakan sebagai daerah yang terlupakan, oleh karena itu salah satu misi Survei PSSDAL di Kepulauan Lemola ini untuk bertahap mengembalikan masa keemasan perdagangan.

——————————————————————————————————-

IMG_2722

Ekspedisi Kompas
Hidup Mati di Negeri Cincin Api

Harga: Rp. 198.000 (tidak termasuk ongkos kirim)
Karya : Ahmad Arif

Mendaki gunung-gunung api teraktif di dunia. Meniti bebatuan rapuh di tubir kaldera-kaldera raksasa yang letusannya mengubur peradaban manusia dan menggelapkan langit dunia. Menyusuri jalur patahan raksasa dan mengarungi lautan yang kerap mengirim tsunami. Hingga menjelajahi hutan dipenuhi keragaman hayati yang tercipta dari kompleksitas geologi. Perjalanan ini berujung pada sederet ironi sekaligus harapan terhadap negeri yang dibelit Cincin Api.

Jutaan orang tinggal dalam jangkauan letusan gunung berapi, bahkan sebagian tinggal di dalam kaldera tanpa menyadarinya. Kota-kota tumbuh di jalur patahan, dibangun dari batu bata rapuh dan abai prinsip aman gempa. Tsunami yang mengancam hanya dibentengi tanggul cacat, bukit yang dikeruk, bakau yang menyusut, alat deteksi dini yang dicuri, dan masyarakat yang lupa.

Survei yang dilakukan Litbang Kompas pada Juni-Juli 2011 mengungkapkan minimnya pengetahuan dan kesiapsiagaan terhadap bencana itu. Hampir separuh dari 806 responden yang tinggal di zona bahaya tidak menyadari ancaman bencana yang sangat mungkin melanda daerah mereka.

——————————————————————————————————-

IMG_2687 1

Dari Nol Kilometer Merajut Nusantara

Editor        : Jannes Eudes Wawa
Harga        : Rp. 89.000 (tidak termasuk ongkos kirim)

Satu dari sedikit buku yang berkisah tentang perjalanan bersepeda jarak jauh. Jelajah sepeda yang dilakukan Kompas selama 14 hari dan menempuh jarak 1.539 kilometer antara Sabang-Padang ini selain membutuhkan kondisi fisik prima juga mental baja.

Selain laporan jurnalistik dalam jelajah sepeda, perihal keka-yaan alam, budaya dan ekonomi, buku ini juga memuat ke-saksian sejumlah peserta terhadap perjalanan yang oleh se-bagian digambarkan sebagai petualangan menantang dan mengasyikkan.

Kayuhan demi kayuhan dalam jelajah sepeda ini memberi kesan mendalam dan sulit terlupakan para peserta.

Mengayuh sepeda dari Sabang hingga Padang selama dua pekan mungkin dianggap melelahkan. Tetapi, hal itu tidak berlaku bagi kami. Tanjakan dan turunan, serta hujan dan panas menjadi sahabat yang menyenangkan dalam jelajah ini. Setelah tiba di finish, rasanya tidak mau berhenti, dan ingin terus mengayuh hingga ke ujung dunia. Brigjen Polisi Royke Lumowa, Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Daerah Rawan Konflik dan Kontijensi Kemenkopolhukam

Dari Sabang, ujung terbarat Indonesia, kami menjelajah dengan sepeda hingga Kota Padang di tanah Minangkabau. Jarak 1.539 kilometer tidak terasa, saat kami, 46 bersaudara, menikmati sepenggal zamrud khatulistiwa. Negeri ini sungguh menarik. Aristy Prajwalita Madjid, dokter tugas di Jakarta

Tigabelas hari menyusuri tiga provinsi dan puluhan kabupaten/kota telah menempa kami mencapai tujuan masing-masing. Saya telah berhasil mengalahkan semua ketakutan dan kekhawatiran yang sempat hinggap sebelum jelajah. Saya juga telah menenggelamkan nyali yang ciut menjadi sebuah perjalanan yang berharga. Jelajah sepeda ini sungguh perjalanan yang mengalahkan diri sendiri. Alois Wisnuhardana, wartawan di Jakarta.

——————————————————————————————————-

IMG_2702 2

Ekspedisi Bengawan Solo
‘Kehancuran Peradaban Sungai Besar’

Penulis            : Laporan Jurnalistik Kompas
Harga              : Rp. 56.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

“Mata airmu dari solo terkurung Gunung Seribu Air mengalir sampai jauh Akhirnya ke laut” (cuplikan syair lagu Bengawan Solo ciptaan Gesang)

Bengawan Solo lebih dari sekedar lagu yang melegenda. Sungai terbesar dan terpanjang di Pulau Jawa tersebut, saat ini menghadapi permasalahan yang sangat kompleks. Kerusakan ekologi yang parah: banjir besar di musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Bengawan Solo menjadi saksi bisu bagaimana manusia Indonesia memperlakukan secara ironis sumber kehidupan utamanya: air. Manusia begitu bergantung pada Bengawan Solo, tetapi pada saat yang bersamaan mereka merusaknya.

Ekspedisi Bengawan Solo Kompas memotret secara mendasar masalah-masalah sungai tersebut sedalam mungkin dari sejarahnya, bagaimana peran masunia di sekitar suangai, apa manfaat yang diperoleh dari sungai, hingga kerusakan yang diakibatkan oleh ulah manusia di sekitar sungai.

Buku Ekspedisi Bengawan Solo layak menjadi referensi bagi Anda yang berkecimpung pada dunia lingkungan hidup, antropologi, arkeologi, sosiologi, dan siapa saja yang peduli pada ekologi sungai. Pustaka ini dilengkapi pula dengan foto, grafis, dan data hasil riset yang semakin memperjelas gambaran kehidupan sungai besar ini.

——————————————————————————————————-

IMG_2709 3

Ekspedisi Krakatau
Krakatau ‘Laboratorium Alam di Selat Sunda’

Penulis: Bakosurtanal (Badan Informasi Geospasial BIG)
Harga: Rp. 80.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

Dari jauh hamparan pasir Anakrakata sudah terlihat indah. Semua anggota tim tidak sabar untuk segera mencapainya. Udara panas, namun angin laut terasa menyegarkan. Inilah yang didambakan banyak orang, berada di pulau yang menjadi legenda dunia, gunung api muda yang indah dan menakjubkan, yang terus tumbuh membentuk dirinya.

Ledakan mahadahsyat Krakatau Agustus 1883 telah mensterilkan gunung ini. Namun, selang beberapa waktu, di Krakatau muncul tumbuhan yang masih halus serta binatang-binatang kecil. Lalu timbul hipotesis mengenai asal-usul tumbuhan dan hewan tersebut.

Bagaimana keadaan tumbuhan dan binatang di krakatau saat ini? Jawabannya ada dalam buku ini, selamat membaca.

——————————————————————————————————-

IMG_2700

Ekspedisi Ciliwung
‘Dari Mata Air Ke Air Mata’

Penulis: Kumpulan Jurnalistik Kompas
Harga: Rp. 65.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

Berkah maupun bencana alam pada hakikatnya hanyalah jawaban alam atas tindakan yang telah ia terima dari manusia. Jika kita memperlakukan dan mengolah lingkungan alam dengan bijak, kita bakal menuai berkah yang melimpah; namun, sebaliknya, kalau alam diperlakukan dengan semena-mena, bisa dipastikan ia bakal melakukan pembalasan dengan mencurahkan seribu satu musibah.

Tulisan-tulisan dalam buku ini secara umum menggambarkan kausalitas serupa juga terjadi dalam hubungan antara Sungai Ciliwung yang di zaman purbakala dimuliakan dan dijaga sebagai sumber air utama, kemudian mengalami perusakan dan pencemaran parah akibat faham kapitalisme yang cenderung eksploitatif.

Perubahan sikap manusia atas Ciliwung mengakibatkan sungai itu mengalami perubahan peran ekologis. Sungai utama yang membelah Jakarta itu, yang dulu merupakan mata air sumber kehidupan, kini telah berubah menjadi sumber air mata akibat banjir dan seribu-satu macam bencana lain yang seringkali dibawa.

Buku ini membahas sejarah Sungai Ciliwung, sungai purba yang kian terpuruk dan belum digarap maksimal, memotret masalah dan perkembangan di sepanjang jalur, kisah-kisah kemanusiaan, serta potensi yang siap digali untuk masa datang. Dilengkapi dengan foto-foto yang menggugah serta infografis yang bisa menambah wawasan tentang Ciliwung.

 

——————————————————————————————————-

The Journey Of Soul

The Journey Of Soul

By: Rahadi Ramelan
Harga: Rp. 145.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

Apa yang dilakukan Rahardi Ramelan adalah olah rasa, mengekspresikan emosi dengan perasaan, dan membiarkan jiwa berjalan, mengembara dalam fantasi seni tanpa batas-batas. Pengalaman kehidupan atau pengalaman pribadi terhadap orang-orang di sekitar, kebudayaan, juga alam, membantu menghasilkan apa yang di-capture-nya menjadi berjiwa. Bagi saya, apap pun subjeknya dapat kita bentuk dan ciptakan keindahan-keindahan yang tanpa paksaan, keindahan yang mengungkap perasaan emosi. Rahadi Ramelan adalah orang yang memahami hal seperti ini. Buku ini merupakan ekspresi hasrat dan emosinya.

——————————————————————————————————-

IMG_2688

Fotobiografi Kartono Riyadi
‘Pendobrak Fotografi Jurnalistik Indonesia Modern’

Penulis: Atok Sugiarto
Harga: Rp. 48.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

Foto-foto Kartono hebat bukan karena hal itu saja, tapi juga karena kesabarannya untuk menunggu, menanti, dan berharap. Pendeknya, foto-fotonya hebat karena ia tabah dan tekun untuk berada dalam suatu proses berita yang bakal melahirkan suprise.
(SINDHUNATA)

Kartono Riyadi (1945-2005) yang memiliki sebutan atau inisial KR, atau Kompas/kr, wartawan foto Kompas (1971-2005) dengan berbagai bidang liputan, olahraga, human interest, lingkungan, dan budaya. Salah satu karyanya yang monumental berjudul “Air Mata Emas”, foto yang diambil saat Susi Susanti berlinang air mata di arena Olimpiade Barcelona 1992.

Dua Karyanya yang lain memenangi World Press Photo Holland (1974-1978). KR juga beberapa kali memenangi hadiah Adinegoro, impian banyak wartawan foto. Semua itu menguatkan citranya sebagai pendobrak fotografi jurnalistik Indonesia Modern.

KR bukan hanya wartawan foto yang menguasai peralatan fotografi, tetapi wartawan yang menyampaikan pesan lewat karya fotografis. Perintis foto jurnalistik Kompas ini sering memberi inspirasi bagi wartawan foto lain. Karenanya ia dijuluki suhu oleh para sahabat.

Buku ini berisikan riwayat hidup KR dan karya-karya terbaiknya.

——————————————————————————————————-

IMG_2695

Dewa Ruci
‘Pelayaran Pertama Menaklukkan Tujuh Samudra’

Penulis: Cornelis Kowaas
Harga: Rp. 79.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

KRI Dewa Ruci masih kerap melanglang buana, mengharumkan nama Indonesia di panggung dunia. Hingga kini KRI Dewa Ruci juga masih saja mengundang decak kagum. Tetapi, bagaimana kisah perjalanan muhibah keliling dunianya yang pertama pada 1964? Kisah-kisah menarik apa saja yang dialami Cornelis Kowaas, penulis sekaligus reporter dan juru kamera yang ikut mengarungi tujuh samudra dan mengunjungi lima benua bersama kapal layar itu?

Apa saja suka duka para awak KRI Dewa Ruci saat mengarungi Samudra Pasifik yang ganas; juga saat menyeberangi Lautan Atlantik yang terkenal dengan ombak raksasa dan topannya yang dahsyat?

Sebuah buku yang membangkitkan semangat bahari di antara generasi muda Indonesia. Wajib dibaca para pencinta petualangan dan kegiatan traveling. Juga oleh para taruna Angkatan Laut yang perlu mencontoh dedikasi, patriotisme, dan heroisme yang telah diperlihatkan para awak KRI Dewa Ruci dalam pelayaran keliling dunia mereka yang pertama.

——————————————————————————————————-

IMG_2697

Toba Mengubah Dunia

Penulis: Seri Ekspedisi Cincin Api Kompas (Kompas)
Harga: Rp. 59.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

Pada suatu masa, spesies homo sapiens yang menjadi nenek moyang manusia modern nyaris punah. Migrasi terhenti dan mereka terisolasi di suatu tempat di Afrika, seperti yang terekam dalam kemiripan genetika manusia modern di seluruh penjuru dunia. Inilah periode population bottleneck yang mengundang tanya para ahli selama puluhan tahun. Letusan Gunung Toba di Pulau Sumatera, yang jejaknya pertama kali ditemukan melapisi inti es Greenland, lalu dipercayai menjadi penyebabnya.

Letusan gunung api raksasa Toba sekitar 74.000 tahun lalu telah memicu terjadinya badai vulkanik. Atmosfer bumi terlapisi aerosol sulfat Toba, sehingga menghalangi sinar matahari. Kegepanan total melanda Bumi selama bertahun-tahun. Fotosintesis terhenti. Tetumbuhan mati. Mata rantai makanan di bumi pun goyah, hingga mengancam keberlangsungan spesies manusia. Jejak letusan supervolcano itu dikisahkan dalam buku seri Ekspedisi Cincin Api Kompas edisi Toba Mengubah Dunia.

——————————————————————————————————-

IMG_2698

Melihat Indonesia dari Sepeda
‘Jelajah Sepeda Kompas’

Penulis: Ahmad Arif
Harga: Rp. 48.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

Ada kisah apa di balik sepeda? Alat Transportasi roda dua yang proses penemuannya diinisiasi oleh letusan dahsyat Gunung Tambora di ujung timur Nusantara ini, selain sehat bagi raga dan menyehatkan lingkungan, ternyata juga menjadi penanda pergerakan budaya.

Pada awal kedatangannya ke Nusantara, sepeda menjadi medium modernisasi dan identik sebagai tunggangan kaum priayi. Sepeda kemudian terdesak kendaraan bermotor, dan lekat dengan kalangan kaum susah.

Kini, sepeda menemukan kembali Kelasnya di negeri ini. Berbagai kalangan kembali mulai bangga bergaya dengan sepeda. Ribuan pesepeda pun membanjiri ruas-ruas jalan utama di Jakarta dan beberapa kota lain pada hari pengharaman mobil (car free day) atau pada pawai-pawai sepeda yagn semakin kerap digelar. Sebagian pesepeda dengan sengaja juga rutin memilih bersepeda di tengah sesak dan gilanya lalu lintas kota.

Buku ini merekam evolusi sepeda dan penggunanya di Nusantara sejak zamanBelanda hingga kini, terutama di Pulau Jawa, yang menjadi perlintasan Jelajah Sepeda Kompas dari Surabaya ke Jakarta.

——————————————————————————————————-

Perang Udara Di Eropa

Perang Udara Di Eropa

Penulis: Darma Aji
Harga: Rp. 47.000,-

Angkasa Eropa Barat di era Perang Dunia II pernah menjadi arena pertarungan jarak dekat antara sesama manusia dengan mesin terbangnya. Suatu peristiwa yang menjadi catatan sejarah penuh kisah kemanusiaan, yang semoga tidak akan pernah terjadi lagi.

Simak dan ikuti kisah duel seru dan mematikan yang terjadi di angkasa Eropa Barat. Buku Perang Udara di Eropa menyajikan kisah-kisah pertempuran sengit dengan uraian yang mudah dibaca. Dari pertempuran di atas Selat Channel Inggris, sampai ke fasilitas industri militer di wilayah Perancis hingga Jerman, serta serangan besar-besaran ke kota penting: Berlin dan London.

——————————————————————————————————-

Perang Eropa Jilid II

Perang Eropa Jilid 2

Penulis: P. K Ojong
Editor: R. B. Sugiantoro
Harga: Rp. 75.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

Tepat pukul 10.45 pagi hatinya berdebar-debar, tetapi tidak ada sesuatu yagn terjadi. Mungkinkah ada sesuatu yang kurang beres? Lewat satu menit… dua… Tiba-tiba terlihat cahaya berkilau, suatu ledakan hebat terlihat dan terdengar di permukaan air… Dengan demiikian, musnahlah persediaan air berat Jerman yang paling besar dan mesin-mesin yang tak ternilai harganya. (Bab tentang Jerman Hampir Membuat Bom Atom)

——————————————————————————————————-

Perang Eropa Jilid III

Perang Eropa Jilid 3

Penulis: P. K Ojong
Editor: R. B. Sugiantoro
Harga: Rp. 70.000,- (tidak termasuk ongkos kirim)

Pada saat itulah bom meledak. Terdengar dentuman keras hingga tiga kali akibatnya sangat dahsyat. Meja yang berat itu hancurdan asap tebal mengepul keluar… Sambil berlari-lari marsekal keitel berteriak, “Di mana Fuhrer? Di mana Fuhrer?” Hitler sendiri untuk kesekian kalinya lolos dari maut. (Bab tentang Percobaan Pembunuhan terhadap Hitler oleh Kolonel Grav fon Stauffenberg, 20 Juli 1944)

——————————————————————————————————-

 

Cara Pemesanan:

Hubungi:

Staff Pustaka Tropis                               : Reza Steflyando – 0857.2011.6845 (call/sms/WA)

Pemesanan dilakukan pada jam kerja    : Pukul 09.00 – 17.00 WIB