
TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Beberapa hari terakhir aktivitas Gunung Kerinci menyemburkan asap hitam pekat ke udara. Jum’at pagi (18/11) gunung tertinggi di Sumatera ini kembali menyemburkan asap hitam. Bahkan Jumat (18/11) pagi semburan asap hitam keabu-abuan dari kawah gunung api tertinggi di Indonesia itu nampak dari jarak puluhan kilometer. Bahkan wisatawan maupun pendaki dilarang nekat mendekati puncak.
Warga yang berada di Lubuk Pauh, Kayu Aro mengungkapkan semburan asap hitam tersebut terlihat jelas dan kadang-kadang diiringi bunyi gemuruh kecil dari kediaman warga. Namun kata warga aktivitas itu bagi warga setempat sudah lumrah terjadi.
“Iya selama lima hari ini lah, kami lihat semburan asap dari kawah, kalau malam sering ada suara gemuruh. Tapi aktivitas petani masih biasa saja,” kata Edi warga desa Lubuk Pauh kemarin
Demikian juga dirasakan di desa lainnya wilayah Kayu Aro, disampaikan Kades Gunung Labu, Kecamatan Gunung Tujuh, Supriatno membenarkan bahwa beberapa hari terakhir ini memang sering mengeluarkan asap hitam.
“Benar, akhir-akhir ini Gunung Kerinci sempat menyemburkan asap hitam. Namun saat ini, belum ada abu asap hitam tersebut sampai ke rumah warga,” katanya
Meskipun kondisinya demikian, Kades Sungai Labu mengatakan hingga sejauh ini aktivitas warga di sekitar kaki gunung Kerinci belum terganggu. Sejumlah petani tetap menjalankam aktivitasnya, namun diakuinya yang berbahaya itu bagi pendakigunung Kerinci.
“Warga masih beraktivitas seperti biasanya, berladang dan ke kebun. Kami sudah biasa dengan aktivitas Gunung Kerinci,” katanya.
Sedangkan keterangan Penjaga Pos R10 Gunung Kerinci, Dudung mengatakan sudah hampir sepekan gunung Kerinci semburkan awan tebal. Akan tetapi setiap hari selalu ada pengunjung yang mendaki. Pihaknya pun telah menyampaikan agar pendakimengikuti aturan. Tidak boleh naik ke puncak dan hanya sampai pada shelter II.
“Iya sempat menyemburkan asap hitam, tapi saat ini aktivitas Gunung Kerinci masih aman. Tapi pendaki tak boleh ke puncak,” katanya yang sedang berada di Shelter II Gunung Kerinci.
Sementara itu Kasi BBTNKS Wilayah I, Cahyo dikonfirmasi Tribun mengatakan status gunung Kerinci masih pada waspada level II. Yang mana TNKS telah memberikan imbauam agar pendakihanya boleh pada shelter II. Ini untuk keamanan pendaki.
Cahyo juga menyebutkan, sebelumnya sudah dikeluarkan keterangan dari pos pemantau gunung Kerinci bahwa, Gunung Kerinci status waspada. Kemarin telah menyemburkan asap warna abu-abu setinggi 500-600 meter condong barat-barat laut.
Untuk itu wisatawan atau pendaki dilarang dekati radius 3 km puncak, apalagi kawah aktif. “Imbauan dari pos jaga juga mengatakan penerbangan sekitar gunung kerinci juga dihindari karena bisa terganggu abu,” tandasnya.
Sumber: www.jambi.tribunnews.com

