Sebagai mantan atlit paralimpyc provinsi Bali, Komang Sarira pun kini aktif di NPC (National paralympic committee), organisasi untuk olahraga prestasi untuk kaum difabel . Komang sarira tekun melatih dan mencari bibit baru atlet – atlet paralympic, dengan tujuan mengangkat derajat orang-orang penyandang difabilitas. Dia pun melakukan banyak pendampingan bagi orang –orang yang mengalami cacat baru, karena kecelakaan ataupun penyakit. Dan sekarang Bli Ari bekerja sebagai PNS.
Pada awalnya, Bli Ari ini memang hanya melihat bahwa di desanya, masyarakatnya mempunyai penghasilan yang tidak sama. “ Ketimpangan ekonomi di sini sangat tajam dan hati saya tergerak berbuat sesuatu untuk mereka yang desa saya ini,” kataya. Setidaknya itu yang dikatakan kepada saya, ketika saya menanyakan awal kenapa dia melakukan semua ini.
Bersama istrinya Luh Suladri, dia mendatangkan guru tari untuk melatih anak-anak di desanya, untuk kemudian diajaknya pentas ke hotel-hotel yang memang banyak terdapat di sana. Tetapi lama kelamaan, Bli Ari melihat ada sesuatu yang bisa dioptimalkan di desanya.

Walaupun penyandang difabilitas, tetapi berkat ketekunannya, Bli Ari juga memiliki licence diving. Hobinya akan alam, mengantarkannya membulatkan tekad untuk bisa menyelam. Keindahan laut selalu membuatnya kagum akan ciptaan Sang Hyang Widhi.
Apalagi di dalam Hindu, agama yang dianutnya mengajarkan tentang Tri Hita Karana, yaitu tiga hal yang bisa yang bisa menyebabkan manusia bahagia. Yaitu, hubungan manusia dengan Yang di atas, hubungan manusia dengan alam sekitar, dan hubungan antara manusia dengan sesamanya. Hal itu semakin menguatkannya untuk lebih menjaga alamnya.
Komang sarira, adalah salah satu orang yang memprakarsai pengembangan wisata di desanya yang berbasis ramah lingkungan. Hampir setiap waktu tertentu dia mengajak penduduk desa untuk mengadakan bersih pantai dan pulau.

Dan hasil jerih payahnya itu mulai terlihat sekarang. Ekowisata mulai bertumbuh di Desa Sumberkima. Dermaga sederhana yang didirikannya bersama penduduk desa, untuk mengantarkan para turis menikmati indahnya laut sumberkima pun, mulai ramai didatangi wisatawan lokal dan manca negara.
Tak lupa, Komang Sarira juga, secara rutin mengajak sesama penyandang disabilitas, untuk lebih mengerti alam, dengan mengajak mereka trekkingkeliling hutan dan mangrove, dan ber-snorkling ataupun menyelam. Dengan begitu, komang berharap desanya akan lebih maju, dan sekaligus terjaga alamnya.
Tidak perlu menjadi sempurna untuk melakukan hal yang besar dan berguna bagi masyarakat dan alam bukan?


