Apakah Petir Itu…????

petir

Musim hujan, biasanya diiringi oleh petir. Tapi tahukah anda penyebab terjadinya petir itu ? Untuk itu, tips kali ini kami ketengahkan mengenai apa itu petis dan penyebab terjadinya serta bagaimana menanggulanginya. Selamat mengikuti..

 

Petir (biasanya disertai gemuruh) terjadi terutama pada awan cumulonimbus, walaupun beberapa kejadian alam itu mulai muncul pada awan tingkat menengah yang sangat tidak stabil. Juga sering terlihat pada awan jenis altocumulus floccus dan altocumulus castellatus. Angin ‘hebat’ yang bergerak ke atas yang ditemukan pada awan seperti ini (yang juga dapat menghasilkan hujan bahkan hujan batu es pada kondisi tertentu) berperan untuk memisahkan muatan positif dan muatan negatif dalam awan-awan yang individual (tersendiri). Pada umumnya muatan positif terakumulasi pada bagian atas awan sedangkan muatan negatif berada di bagian bawah. Secara normal, terdapat kan tong-kantong (pockets) yang memiliki muatan yang berbeda-beda pada level-level awan. Awan itu sendiri menyebabkan muatan yang berlawanan di permukaan sehingga normalnya terdapat muatan positif di dalam awan. Muatan ini mengikuti awan yang terus membawanya melintasi permukaan bumi dengan bantuan angin.

Petir merupakan pertemuan percikan api dashyat antara muatan yang berbeda. Hal ini terjadi ketika muatan menjadi sangat besar sehingga muatan tersebut melebihi hambatan listrik pada udara yang menghalanginya. Pertemuan percikan tersebut dapat terjadi antara bagian-bagian yang berbeda pada awan atau Menurut Reynaldo Zoro (Intisari, 2000) ada tiga syarat terjadinya petir, yaitu ada udara naik, kelembaban dan partikel bebas atau derosol. Sinar matahari yang menyebabkan permukaan tanah yang panas mengakibatkan adanya udara naik. Udara yang naik ini turut menjadi basah (karena iklim dan kelembaban di Indonesia umumnya cukup ideal) dan membentuk awan. Sedangkan partikel-partikel bebas dapat berasal dari air laut dan industri-industri.

Biasa digunakan dua istilah bagi petir yaitu sheet lightning (kilat dengan lompatan api yang lebar) dan fork lightning (kilat yang bercabang). Sheet lightning umumnya menyambar antar awan, sedangkan fork lightning menyambar dari awan ke permukaan bumi. Sebenarnya sangat kecil perbedaan antara keduanya. Pada sheet lightning semua atau sebagian dari kilatan tersembunyi oleh awan sehingga yang kelihatan lebih pendek/kecil dari kilatan cahaya sesungguhnya. Fork lightning terlihat seperti akar pohon yang terurai, berusaha mencapai permukaan tanah dari awan. Kilatan/petir tunggal sebenarnya terdiri dari beberapa pertemuan percikan api yang terjadi dalam waktu sekejab, menyebabkan mengapa petir sering terlihat seolah-olah berkedip.

Pada malam hari, asalkan langit bersih, cahaya petir dapat terlihat pada jarak yang mengagumkan, bahkan lebih dari 150 km. Bunyi gemuruh walaupun sering terdengar 15 km jauhnya, jarang melebihi 30 km. Karena cahaya petir dapat terlihat ataupun bepergian seketika itu juga, memiliki kecepatan 300.000 km/detik sedangkan bunyi bergerak lebih lambat (330 m/detik). Menghitung detik antara cahaya petir dengan bunyi gemuruh setelahnya merupakan cara yang mudah untuk dapat memperkirakan jaraknya. Interval tiap tiga detik diperkirakan sama dengan jarak 1 km.

Suara yang dihasilkan oleh petir dapat mencertitakan pada kita seperti apa sambaran petir tersebut. Bunyi yang pendek, bunyi yang tajam mengindikasikan bahwa aliran kilat itu sendiri sebenarnya pendek, dimana gemuruh yang panjang menunjukkan bahwa beberapa bunyi telah mengambil waktu lebih banyak untuk bisa mencapai pendengar, dan olehkarenanya berasal dari tempat yang sangat jauh.

Badai hujan disertai dengan petir sering kali terdiri dari sejumlah sel yang aktif, dimana tiap sel tersebut menghabiskan 30-60 menit. Ketika beberapa sel aktif (pada suatu badai multisel) , memungkinkan untuk mendeteksi sel-sel yang berbeda dari posisi-posisinya dan jaraknya dari cahaya petir. Setelah lewat batas waktu, sel-sel tersebut menjadi tidak aktif dan sel yang baru muncul.

Bentuk yang bermacam-macam pada elektrik atmosfer kadang ditemui. Petir sering hadir selama erupsi gunung berapi, sebagai contoh, dengan bunyi yang khas, tajam, dan seperti gemercik.

 

Beberapa contoh bentuk-bentuk tersebut :

  • Cahaya api St.Elmo (St.Elmo’s fire); pertemuan percikan api yang menyala-nyala secara kontinu; dari objek-objek yang tajam pada permukaan bumi seperti tiang kapal, pepohonan, puncak menara gereja, bahkan kadang-kadang rambut maupun jari jemari.
  • Petir berbentuk bola (ball lightning); percikan api yang menyala-nyala sangat jarang (masih sering diperselisihkan), mengambang bersama angin dan menghilang tibatiba (dengan atau tanpa suara)
  • Lightning roket; petir yang mengembang naik dari bagian atas awan , rupanya berakhir pada bagian udara yang cerah diatasnya.

 

Sudah dibicarakan bahwa petir mengalirkan arusnya kapermukaan tanah (juga dari awan ke awan). Selain itu, petir juga memancarkan energinya berupa gelombang elektromagnetik (lightning electromagnetic pulse) yang merupakan sambaran tidak langsung. Sambaran tidak langsung ini lebih menakutkan walaupun berada di tempat yang jauh karena pengaruh radiasi, induksi dan konduksi dari gelombang elektromagnetik tersebut. Contoh kerusakan akibat sambaran tidak langsung ini ialah rusaknya peralatan listrik disekitar lokasi sambaran petir yang dapat mengakibatkan kerugian efisiensi kerja.

petir

 

Amankah Anda Dari Petir ??

Petir merupakan gejala alam yang sangat berbahaya dan dapat mengakibatkan maut. Oleh karena itu penting diketahui cara-cara preventif untuk menghindarinya sehingga kecelekaan yang mungkin terjadi dapat dihindari. Petir (dikenal juga oleh awam sebagai kilat, halilintar) pada umumnya menyambar objek-objek yang letaknya paling tinggi yang berada disekitar petir tersebut terjadi. Objek-objek yang memiliki bentuk yang runcing dan tajam, memiliki sifat konduktor, seperti metal / besi dan air juga menjadi sasaran petir.

 

Anda akan lebih aman jika berada pada kondisi:

  • Berada didalam bangunan (terutama yang memiliki rangka besi atau konduktor petir yang baik). Bahan ini akan meneruskan arus ke dalam tanah.
  • Berada di dalam mobil yang juga terbuat dari metal
  • Berada di lembahan
  • Dibawah pohon yang sangat rimbun (lebih baik bernaung di bawah pohon yang lebih kecil lagi)
  • Pada selokan atau cekungan (depresi muka tanah) namun yang tidak tergenang oleh air
  • Sebagai usaha terakhir, merundukkan badan (meringkuk) pada tempat yang rendah

 

Anda sebaiknya menghindari:

  • Tempat-tempat yang tinggi ( puncak bukit, atau punggungan bukit)
  • Pohon yang terisolasi, tempat telepon umum
  • Tiang-tiang listrik
  • Selokan / parit yang basah (dimana air mengalir / tergenang)
  • Berdiri tegak (terutama bernaung dibawah payung atau ketika sedang bermain golf)
  • Berbaring mendatar di permukaan tanah.

Berbaring dengan posisi tubuh mendatar di permukaan tanah lebih tidak aman dibandingkan jika anda merundukkan badan (posisi kaki jongkok), karena sangat penting untuk membuat kontak sekecil mungkin dilokasi anda berpijak. Hal ini meminimalkan kemungkinan adanya aliran yang melalui pusat tubuh dan mempengaruhi jantung anda. Saat membungkuk, petir cenderung akan melalui begitu saja permukaan tubuh anda ketika petir menyambar permukaan dan seringkali hanya menimbulkan ketidakbahayaan.

 posisi aman dari petir

Gambar : Posisi yang aman untuk menghindari anda dari petir

Jika terperangkap dalam badai dan petir saat anda berperahu, lilitkan rantai jangkar mengelilingi kain pembungkus dan tarik rantai tersebut hingga masuk ke dalam air. Kondisi ini akan menyalurkan tiap sambaran petir pada tiang kapal langsung kedasar. Anda akan lebih aman jika menggunakan perahu yang tidak memiliki tiang kapal.

 

Jika anda berada di dalam rumah, sebaiknya :

  • Matikan sambungan peralatan- peralatan listrik dari sumber arus listrik, misalnya perlengkapan televisi dan komputer
  • Menjauhlah dari pintu, jendela dan cerobong asap
  • Jangan menggunakan telepon
  • Menjauhlah dari pipa-pipa ledeng, jangan dulu mandi ataupun mencuci, tunggulah hingga kondisi aman dari badai dan petir.

 

 

Referensi :

WEATHER, Collins Gem, Harper Collins Publisher, Glasgow, 1999
Majalah Intisari, Desember 2000

Feature Image: https://deastyzasqiya.wordpress.com

Sumber: BW06-2001 Liburan-G.Tambora, Halaman 43.

cover BW06-2001 Liburan-G.Tambora