Wanadri

Edukasi Konservasi Kelautan dan Penyu di Daerah Pesisir Kabupaten Berau

PROFAUNA Borneo Program bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Berau selama bulan Oktober 2016 ini sibuk melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah di pesisir Kabupaten Berau untuk edukasi terkait isu konservasi kelautan dan penyu. Kegiatan ini juga melibatkan organisasi lokal Berau BLB dan juga Turtle Foundation. Kegiatan edukasi itu merupakan bagian dari program DKP Kabupaten Berau […]

Edukasi Konservasi Kelautan dan Penyu di Daerah Pesisir Kabupaten Berau Read More »

Waspada Potensi Hujan Lebat Di Wilayah Indonesia (25 – 27 Oktober 2016)

SIARAN PERS WASPADA POTENSI HUJAN LEBAT DI WILAYAH INDONESIA (25 – 27 Oktober 2016) Dari kondisi atmosfer terkini terdapat indikasi munculnya potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode beberapa hari kedepan, antara lain : – Jawa Barat – Jabodetabek – Jawa Tengah – Jawa Timur – Sulawesi Selatan

Waspada Potensi Hujan Lebat Di Wilayah Indonesia (25 – 27 Oktober 2016) Read More »

Waspada Potensi Hujan Lebat Di Wilayah Indonesia (22 – 25 Oktober 2016)

UPDATE SIARAN PERS WASPADA POTENSI HUJAN LEBAT DI WILAYAH INDONESIA (22 – 25 Oktober 2016) Dari kondisi atmosfer terkini terdapat indikasi munculnya potensi hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode tiga hari kedepan, antara lain : – Lampung – Sumatera Selatan – Bengkulu – Riau – Bangka Belitung –

Waspada Potensi Hujan Lebat Di Wilayah Indonesia (22 – 25 Oktober 2016) Read More »

Nasib Surili di Tengah Keterancaman

Populasi surili (Presbystis comata) di alam terus menurun dari tahun ke tahun. Pada 2004, diperkirakan ada 4.000-an, kini sekitar 2.500 surili. International Union for Conservation of Nature (IUCN) memberikan surili status endangered atau nyaris punah. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) memasukkan satwa ini dalam daftar 25 spesies dilindungi dan jadi prioritas konservasi. Menurut catatan

Nasib Surili di Tengah Keterancaman Read More »

Ritual Merehatkan Laut di Perairan Nusa Penida

Nusa Penida, sebuah kawasan kepulauan di Kabupaten Klungkung, Bali meniadakan semua aktivitas di laut selama 24 jam tiap tahunnya dengan sebutan Nyepi Segara sebagai penghormatan pada laut pemberi kesejahteraan. Kali ini dirayakan pada Minggu (17/10/16). Nyepi berarti sepi, hening. Sementara Segara artinya laut. Suasana penghentian segala aktivitas laut nampak di titik-titik penyeberangan dari dan menuju

Ritual Merehatkan Laut di Perairan Nusa Penida Read More »

Forest Share 2

[FOREST SHARE 2 MAIN EVENT] HMH ‘SELVA’ ITB presents FOREST SHARE 2 Forest Restoration : Challenges and Opportunities SIMPOSIUM (19 November 2016, GKU I ITB Jatinangor) 1. Pengelolaan Restorasi Hutan Gambut 2. Restorasi Hutan dari Berbagai Praktisi 3. Talkshow Restorasi Hutan berbasis Masyarakat FOREST EXPO (19 November 2016, GKU I ITB Jatinangor) FIELD TRIP (20

Forest Share 2 Read More »

Gempa dalam Laut Jawa mengguncang luas hingga Padang dan Denpasar.

HARI Rabu 19 Oktober 2016, pukul 07.25.57 WIB, gempabumi M 6,3 mengguncang kawasan yang luas mencakup Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Padang, rata rata dalam skala intensitas II SIG BMKG atau III MMI. Variasi besarnya kekuatan guncangan sangat dipengaruhi kondisi tanah setempat di masing masing daerah. Pusat

Gempa dalam Laut Jawa mengguncang luas hingga Padang dan Denpasar. Read More »

Mama Aleta, Pejuang konservasi asal Nusa Tenggara Timur.

#seputargunung Mama Aleta lahir dari keluarga petani di kaki Gunung Mutis, Timor, NTT. Di usia muda, dia kehilangan ibunya sehingga dia dibesarkan perempuan lain di sukunya, Suku Mollo. Suku Mollo berabad-abad bertahan hidup dari keanekaragaman hayati di Gunung Mutis yang disakralkan. Mereka mengumpulkan makanan dan obat-obatan dari hutan, menanam di tanah subur dan menenun baju

Mama Aleta, Pejuang konservasi asal Nusa Tenggara Timur. Read More »

Gunung Rinjani Siap Terapkan Online Booking dan CCTV

REPUBLIKA.CO.ID, MATARAM — Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) akan membangun dan menggunakan sistem digital dalam mengawasi serta melayani wisatawan. Program ini diharapkan mampu terealisasi pada 2017 mendatang. Kepala Bagian Tata Usaha Balai TNGR Mustafa Imran Lubis mengatakan, hal ini sudah disampaikan Kepala Balai TNGR dalam presentasinya di Cina beberapa waktu lalu tentang safety tracking management.

Gunung Rinjani Siap Terapkan Online Booking dan CCTV Read More »