Drone Untuk Fotografi

Sebuah pesawat kecil melayang-layang pada upacara pelantikan lulusan PDW 2014 di Kawah Upas. Itulah drone. Pesawat drone biasanya difungsikan untuk kegiatan mata-mata atau militer.

Namun pada perkembangan kemudian digunakan juga untuk untuk memantau tanaman serta reruntuhan bangunan-bangunan kuno, seperti terjadi di Peru. Sejumlah pesawat drone di Peru ini dilengkapi komputer mikro, pelacak GPS, kompas, kamera serta memungkinkan dioperasikan software Google Maps. Belakangan, drone mulai dikenal sebagai perangkat fotografi.

Para peneliti di MIT dan Cornell University mulai menggunakan pesawat tanpa awak atau drone sebagai ‘intelligent moving photography light’ di dunia fotografi, demikian lansir CNET.

Agar pencahayaan bisa lebih mobile untuk fotografi, para ilmuwan memiliki ide untuk menggunakan drone. Hal ini menandakan bahwa ke depannya di dunia fotografi, cahaya bisa bergerak mengikuti posisi dari subyek foto.

Peneliti memodifikasi jenis Parrot AR.Drone yang dilengkapi dengan proses komputasi. Sehingga, drone bisa terbang otomatis dan mencari bagian gelap pada objek untuk meneranginya dengan lampu pijar.

Pencahayaan RIM atau backlighting merupakan efek yang sangat menarik, karena Anda ingin posisi pencahayaan tepat untuk membawa keluar siluet,” kata Ravi Ramamoorthi, profesor ilmu komputer dan rekayasa di University of California, San Diego.

Drone tidak hanya mampu terbang secara sederhana di sekitar pemotret atau objek foto. Drone juga mampu melayang atau mereskop dari gerakan objek

Prototipe drone untuk fotografi ini dipresentasikan di ajang International Symposium Computational Aesthetic in Graphics, Visualisation, and Imaging, bulan Agustus lalu di Vancouver.

(dari berbagai sumber)