Gunung Bromo – Naik Statusnya dari Waspada ke Siaga, Ini Titik Aman Bagi Wisatawan

Wisatawan berfoto selfie dengan latar bukit teletubies dan abu vulkanik Gunung Bromo di kawasan Jemplang, Desa Ngadas, Kabupaten Malang, Rabu (9/12/2015). Meski guyuran abu vulkanik menimpa kawasan Desa Ngadas, Kabupaten Malang, Warga belum terlihat kuatir, malah menganggap erupsi ini merupakan cara Gunung Bromo yang disakralkan sedang memberikan pupuk pada lahan pertanian warga.
Wisatawan berfoto selfie dengan latar bukit teletubies dan abu vulkanik Gunung Bromo di kawasan Jemplang, Desa Ngadas, Kabupaten Malang, Rabu (9/12/2015). Meski guyuran abu vulkanik menimpa kawasan Desa Ngadas, Kabupaten Malang, Warga belum terlihat kuatir, malah menganggap erupsi ini merupakan cara Gunung Bromo yang disakralkan sedang memberikan pupuk pada lahan pertanian warga. – SURYA/HAYU YUDHA PRABOWO

TRIBUNTRAVEL.COM – Belum lama ini Gunung Bromo ditetapkan statusnya dari waspada menjadi siaga.

Meski demikian, masih banyak wisatawan yang datang mengunjunginya.

Namun wisatawah hanya boleh menikmati keindahan Gunung Bromo di beberapa titik tertentu saja.

“Wisatawan dari Pasuruan dapat melihat keindahan Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru dari Tosari dan Penanjakan. Dari Probolinggo pemandangan dapat dilihat dari Ngadasari. Jika dari Lumajang dapat dilihat dari Argosari B29. Justru saat terjadi erupsi maka wisata erupsi dapat dinikmati dari tempat aman,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, Senin (26/9/2016).

Ia berharap dengan kenaikan status Gunung Bromo menjadi level siaga tak menyurutkan wisatawan berkunjung.

Menurut Sutopo, erupsi Gunung Bromo dapat dimanfaatkan menjadi daya tarik wisata, khususnya untuk melihat keindahan asap letusan yang keluar dari dalam kawah Bromo.

“Ini adalah peluang daya tarik sendiri dari Gunung Bromo. Tidak perlu ditakuti, asal wisatawan berada pada tempat yang aman yaitu di luar radius 2,5 kilometer,” lanjut Sutopo.

Sutopo menambahkan, material vulkanik yang keluar dari kawah Bromo seringkali membentuk berbagai karakter, muali harimau, wayang, elang, payung, hingga munculnya pelangi sesaat setelah dentuman dan kepulan asap keluar dari kawah.

Namun, Sutopo tetap menekankan masyarakat, pengunjung atau wisatawan tetap tenang dan agar tidak memasuki kawasan dalam radius 2,5 kilometer dari kawah aktif Gunung Bromo.

1540521012-fot01a0j28780x390

 KOMPAS/DAHLIA IRAWATI
“Masyarakat di sekitar Gunung Bromo diharap tenang, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Gunung Bromo, dan tetap menjaga kewaspadaan terhadap kejadian erupsi yang menerus dan lebih besar,” tuturnya

Sebelumnya, aktivitas Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Provinsi  Jawa Timur terus meningkatkan aktivitasnya.

Berdasarkan data pengamatan dan analisa data kegempaan, visual, dan potensi bahaya erupsi maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan tingkat aktivitas Gunung Bromo dinaikan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (SIAGA ) terhitung Senin (26/9/2016) pukul 06:00 WIB.

Selama periode 1 – 25 September 2016 gempa yang terekam adalah Gempa Tremor menerus yang amplituda maksimum berfluktuatif berkisar 0,5 – 23 mm (dominan 1 – 3 mm), Gempa Hembusan, Gempa Vulkanik Dangkal (VB), dan Gempa Vulkanik Dalam (VA). Sejak 24 September 2016 terjadi peningkatan signifikan jumlah Gempa Vulkanik Dangkal (VB) yang mencapai jumlah 63 kejadian dan kejadian tremor menerus hari ini sejak pukul 13:00 WIB.
Selama periode September 2016 terdengar suara gemuruh dari kawah Gunung Bromo, diikuti oleh keluarnya asap tebal dari lubang kawah dengan tinggi 50-900 m, dan teramati sinar api samar-samar hingga jelas dari kawah.
1540099012-fot011ab7780x390

KOMPAS/DAHLIA IRAWATI

Potensi erupsi magmatik menerus masih dapat terjadi, yang dapat disertai sebaran material vulkanik hasil erupsi berupa  hujan abu lebat dan lontaran batu (pijar) mulai sekitar kawah hingga radius 2,5 km dari pusat erupsi.
BNPB terus melakukan koordinasi dengan PVMBG, BPBD Provinsi Jawa Timur, dan BPBD Probolinggo, Malang dan Pasuruan tentang aktivitas G. Bromo. Belum perlu ada pengungsian. Di dalam radius 2,5 km adalah lautan pasir dan tidak ada permukiman.