Artikel Lingkungan

Populasi Badak Sumatera di Kaltim Terus Menurun

Pahu, badak sumatera betina yang berhasil diselamatkan dari jebakan di hutan kawasan Kabupaten Kutai Barat kini sudah dilepaskan ke Suaka Badak Kelian Kutai Barat, Rabu (20/3). (ist)

Kutai Barat – Populasi badak sumatera (dicerorhinus sumatrensis) di Kabupaten Kutai Barat hingga Mahakam Ulu Provinsi Kalimantan Timur terus menurun. Kondisi ini sebagai akibat perburuan ilegal yang dilakukan bertahun-tahun lalu.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalimantan Timur Sunandar Trigunajasa mengatakan, ancaman perburuan dan fragmentasi habitat menjadi salah satu faktor menurunnya populasi badak di alam liar. Perlu langkah-langkah konkret yang mengarah kepada pelestariannya. Saat ini diperkirakan tinggal 12-15 ekor saja yang tersebar di Kutai Barat hingga Mahakam Ulu.

“Pelepasan badak ‘Pahu’ ke Suaka Badak Kelian merupakan langkah penting awal dalam upaya menyelamatkan badak yang populasinya terus menurun,” ujar Sunandar di Kutai Barat, Rabu (20/3/2019) dikutip dari Antara.
Pahu beberapa waktu lalu diselamatkan akibat terkena jebakan. Sebelum dilepasliarkan, badak betina tersebut menjalani masa karantina selama tiga bulan.

Dirjen KSDAE KLHK Wiratno yang turut menghadiri acara pelepasliaran Pahu mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah awal dalam melestarikan habitat badak. Masih diperlukan upaya untuk melangkah ke tahap berikutnya yaitu pengembangbiakan semi alami yang dikelola secara intensif.

“Mengingat umur Pahu tidak muda lagi yang diperkirakan lebih dari 25 tahun, maka tantangan berikutnya adalah segera menemukan badak jantan di Kalimantan yang diyakini masih ada di alam,” kata Wiratno.

“Adanya badak jantan bisa mempercepat keberhasilan program breeding di suaka. Saat ini, tim sedang mencari keberadaan badak lainnya di Kalimantan,” kata Wiratno menegaskan.

Sementara Bupati Kutai Barat FX Yapan mengutarakan, ia bersama masyarakat mendukung penuh upaya pelestarian badak sumatera yang berada di Kutai Barat. Keberadaan hewan langka tersebut, kata dia, menjadi kebanggaan masyarakat sehingga harus mendukung dan menjaga dalam pelestariannya.

“Kami akan menyediakan segala kebutuhan yang diperlukan untuk menjamin badak ini tetap ada di Kalimantan khususnya di Kutai Barat. Maka, kami mendukung langkah selanjutnya oleh tim dalam pelestarian badak,” ucap Yapan. (iar)*