
Palembang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Letjen Doni Monardo mengatakan bahwa Sumatera Selatan harus membentuk tim gabungan untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Apalagi Sumsel rawan terbakar karena banyak lahan gambut,” kata Doni usai menghadiri rapat koordinasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan di Palembang, Selasa (12/3/2019).
Dikutip dari Antara, Doni menjelaskan bahwa tim gabungan itu bertugas memasyarakatkan perawatan lingkungan. Demikian juga untuk lahan gambut, masyarakat diajak menaman pohon yang bermanfaat bagi kehidupan.
Pohon dan tanaman apa yang paling cocok serta bermanfaat, kata dia, memang akan dikaji pakar atau para ahli. Yang jelas, penanaman kembali lahan tersebut penting mengingat areal gambut rawan terbakar.
Di samping itu, pencegahan secara dini harus dilakukan secara maksimal. Sebabnya, bila terjadi kebakaran dampaknya sangat luas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Bahkan, kata Doni, kerugian akibat bencana bukan hanya harta tetapi juga kerusakan lingkungan yang cukup serius.
Oleh karena itu, tim pencegahan karhutla sesegera mungkin dibentuk dan selanjutnya diserahkan kepada gubernur Sumatera Selatan untuk diketahui dan disetujui.
Tim yang rencananya terdiri atas unsur dari media, ulama, dan masyarakat tersebut nanti akan bermalam di lokasi penyuluhan.
“Mereka mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan dan dalam membuka lahan dengan cara tidak membakar,” kata Monardo. (iar)*

