Kemudahan interaksi melalui media sosial memicu tumbuhnya komunitas. Dalam minat petualangan, sebut saja ada Komunitas Pendaki Gunung, Komunitas Petualang, Komunitas Masyarakat Peduli Gunung Semeru, Komunitas Jelajah, dan lain sebagainya.
Komunitas adalah sebuah kelompok sosial, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama. Komunitas dapat dikategorikan menjadi (1) berdasarkan lokasi atau tempat, misalnya Komunitas Pendaki Sisi Utara Gunung Slamet, (2) berdasarkan minat, seperti Komunitas Fotografi atau (3) berdasarkan komuni (ide dasar yang dapat mendukung komunitas tersebut) seperti Komunitas Nol Sampah di Surabaya.
Komunitas Jelajah Gunung Bandung (KJGB) diikrarkan pada 15 Oktober 2010. “Inisiatornya Ujang Yudi yang suka menjelajah gunung-gunung di Bandung”ujar Ratna yang sudah aktif sejak 4 tahun lalu. Sesuai data member akun facebook mereka, anggota KJGB saat ini sekitar 700 orang dari berbagai kalangan dan daerah. Bukan hanya dari Bandung.
Lazimnya komunitas yang terbentuk dari interaksi pada media sosial, sifat keanggotaannya sangat longgar. Tidak ada aturan baku, namun konsisten dengan etika. Mereka punya komitmen untuk memelihara kebersihan gunung dengan tidak meninggalkan sampah, peduli terhadap kondisi sosial-budaya masyarakat yang dilewati, serta misi ilmu-pengetahuan dalam setiap perjalanan.
KJGB mencatat hasil identifikasi visual terhadap 58 gunung di Bandung. “Istilah gunung yang dimaksudkan adalah gunung-gunung sesuai sebutan masyarakat setempat. Masih banyak gunung-gunung lain di wilayah Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang belum tercatat”sahut Pepep Hidayat, aktivis KJGB. Dari hasil penjelahan mereka, akhir tahun ini KJGB berencana menerbitkan buku “Gunung Bandung: Lansekap, Sejarah, dan Budaya.”
Kepedulian sosial ditunjukkan dengan aksi Bakti Sosial yang akan digelar bulan September 2014 mendatang di Kampung Neglawangi, kaki Gunung Kendang. Kegiatannya mencakup renovasi MCK, donor darah, dan diskusi dengan Karang Taruna mengenai upaya pelestarian Kawasan Gunung Kendang. Bagi masyarakat yang ingin turut berpartisipasi dapat mengakses akun’ ‘ Jelajah Gunung Bandung’.
Mereka pun secara rutin melakukan gathering tahunan. “Ke depan, kami ingin mengundang ahli gunung-hutan seperti Wanadri untuk berbagi ilmu-pengetahuan kepada member KJGB”ungkap Kresna Duta, administrator KJGB yang bersama tiga rekannya melakukan ekspose di Media Center Wanadri, Jumat 22 Agustus lalu. (neff/MDC-W)





