Pelatihan WatSan Batch 2 – Hari Pertama

Hari pertama Pelatihan Dasar Emergency Response Team (ERT) WatSan gelombang kedua resmi dimulai di Pusdikav Padalarang pada 4 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kapasitas relawan dan personel lintas sektor dalam menghadapi potensi krisis air dan sanitasi akibat bencana alam, khususnya di kawasan rawan seperti Sesar Lembang.

Pada hari pertama, peserta mengikuti praktik lapangan berupa Jar Test yang merupakan metode penentuan dosis optimal koagulan dan flokulan dalam proses pengolahan air baku menjadi air siap minum. Kegiatan berlanjut dengan pengenalan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile milik Disperkim Jabar. Selepas makan malam, para peserta dibagi menjadi dua kelompok untuk melaksanakan simulasi pembangunan latrine (jamban darurat). Kegiatan berlangsung hingga larut malam dan menjadi latihan nyata dalam merancang serta membangun fasilitas sanitasi darurat berdasarkan Sphere Standard.

 

Salah satu kelompok melaksanakan distribusi air bersih menggunakan truk tangki — tahap penting untuk mendukung operasional fasilitas latrine yang sedang dibangun. Sementara kelompok lainnya fokus pada konstruksi, dengan pendampingan langsung dari instruktur yang memberikan pengarahan teknis seputar desain sanitasi darurat, prinsip higienitas, keamanan, dan penerimaan sosial di wilayah terdampak.

 

Peserta juga memperoleh pembekalan dari perwakilan TNI Zeni Konstruksi (Zikon) terkait penggunaan alat berat dalam operasi SAR dan pembangunan fasilitas darurat di lokasi bencana. Keterampilan ini menjadi nilai tambah penting bagi para relawan dalam menghadapi operasi kemanusiaan di masa depan. Menariknya, menjelang tengah malam peserta mulai menggunakan fasilitas sanitasi yang mereka bangun sendiri. Simulasi realistis ini menjadi sarana evaluasi langsung efektivitas desain dan kesiapan tim di lapangan.

Banny Adam Bachtiar, staf logistik dan kedaruratan BPBD Jawa Barat sekaligus instruktur alat berat dalam pelatihan kali ini, menjelaskan bahwa program WatSan ERT dirancang agar peserta memiliki pengalaman nyata menghadapi tantangan penyediaan air dan sanitasi di situasi darurat. “Pelatihan ini bukan hanya soal teori, tapi bagaimana relawan bisa mengelola sumber daya, logistik, serta beradaptasi dengan kondisi krisis yang sesungguhnya,” ujar Banny.

 

Pelatihan ini merupakan kolaborasi antara Yayasan Wanadri, BPBD Jawa Barat, dan berbagai mitra teknis lainnya sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.