Rihan Handaulah (AMW-Bayu Windu) memuat artikel dari nextscientist.com. Judulnya “11 Non-Scientific Reasons To Do A PhD In The Netherlands”. Dari 11 poin itu, urutan pertama ditempati ‘Salary’ diakhiri dengan ‘Good Science.’ Lainnya berkaitan dengan kenyamanan hidup termasuk mudahnya nenggak bir dan musik ajojing. Tapi pasti bukan karena itu Kang Rihan hengkang menangguk ilmu di sana. Sebagai kandidat ustadz-engineer, ia lebih berminat menebar amar ma’ruf nahi munkar.
Ada pembaca bertanya, apa alasan perlunya mengikuti Pendidikan Dasar Wanadri (PDW)? Jawabannya sangat relatif, tiap siswa punya motif. Yang ingin saya simpulkan adalah, PDW bukan pendidikan abal-abal. Hasil penelitian para cerdik cendekia W menguatkan kesimpulan itu. Dr. Tommy Apriantono (W-Topan Rawa), misalnya, meneliti sebab-akibat melorotnya berat badan siswa selama PDW. Iwan Tekel, Eddy Biruang, dan pelatih senior lain sampai-sampai mengkaji bagaimana cara menggampar yang layak.
Penelitian melalui pendekatan ilmu psikologi dilakukan Dang M. Rizal (W-Tapak Lembah) pada PDW 2010. Dengan perhitungan statistik yang rumit, ia mengukur ”Dampak PDW Pada Peningkatan Aspek Self Awareness, Self Regulation, Self Motivation, Social Awarenes dan Social Skill.” Hasilnya, PDW 2010 memberikan dampak positif terhadap peningkatan kompetensi personal dan kompetensi sosial siswa.
Kandidat doktor pendidikan, Hanny S. Handayani (W-Kayu Api) untuk thesis masternya mendalami “Model Pendidikan Karakter Berbasis Lingkungan Alam (Studi Kasus W). Ia menemukan adanya 9 karakter yang dimunculkan dalam pendidikan di W: kejujuran, disiplin, volunterism dan empati, tanggungjawab dan vitality, ketabahan dan keberanian, kerjasama, mandiri dan rasa percaya diri, kerendahan hati dan tidak egois, serta kreativitas. Karya tulis Hanny itu sudah diterbitkan pada Konferensi Internasional Pendidikan Guru tahun 2010.
Sungguh sesungguh-sungguhnya, WANADRI tidak menjanjikan iming-iming gaji besar setelah lulus PDW. “Pendidikan di Wanadri adalah pendidikan yang mengolah kemampuan dasar manusia, sehingga para siswa mendapatkan kemajuan yang bisa mereka aplikasikan dalam kehidupan keseharian. Pendidikan Wanadri adalah pendidikan karakter, sebab dari pendidikan yang mereka lakukan menghasilkan manusia-manusia yang memiliki karakter.” Itu temuan Hanny. Sebagai ustad saya tambahkan, bahwa lulusan PDW lebih kompeten untuk selamat dalam tiga perkara: tahta, harta, dan wanita.

