Guguran Lava di Semeru, Pendakian Tetap Ditutup

KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT
KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT – Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas merambat menyeberangi aliran lahar di lereng Gunung Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, untuk mencari keberadaan arca kembar (Arcopodo), Kamis (17/11/2011). Tim berhasil menemukan Arcopodo, yang telah dikabarkan hilang. Letak Arcopodo bukan di Pos Arcopodo di jalur pendakian. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYAT

 

JAKARTA, KOMPAS.com – Pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memastikan pendakian Gunung Semeru tetap ditutup pasca guguran lava pada Jumat (12/2/2016) pagi pukul 06.30 WIB.

“Terkait guguran awan panas, status pendakian memang sedang ditutup sejak 4 Januari 2016. Kondisi jalur pendakian steril dari pendaki,” kata Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Ayu Dewi Utari saat dikonfirmasi KompasTravel melalui telepon dari Jakarta, Sabtu (13/2/2016) pagi.

Ayu mengatakan guguran awan panas tersebut mengarah ke arah selatan dari Gunung Semeru yakni Sungai Besuk Sat dan Sungai Kembar di Lumajang.

Hingga saat ini, berdasarkan pantauan Ayu, guguran awan panas tersebut sudah selesai. “Pendakian saat ini masih ditutup. Nanti kira-kira akhir Maret atau April akan dibuka,” katanya.

Ayu juga mengimbau para pendaki tidak nekat datang ke Gunung Semeru saat waktu penutupan.

Menurut Ayu, pendaki juga diimbau tidak mendaki ke puncak Mahameru karena mengingat Gunung Semeru masih tergolong aktif. “Kita lakukan penutupan karena alasan keamanan, kenyamanan untuk pendaki dan konservasi gunung,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho via akun media sosial @Sutopo_Nugroho, melaporkan guguran lava sepanjang 1 kilometer Gunung Semeru terjadi pada Jumat (12/2/2016) pukul 06.30 WIB. Status Gunung Semeru yakni tetap waspada dan kondisi terpantau aman.

Penulis : Wahyu Adityo Prodjo
Editor : I Made Asdhiana