WatSan batch 2 – hari Ketiga: Memperkuat Kapasitas Mobilisasi dan Komunikasi di Lapangan

7 Oktober 2025 merupakan hari ketiga Pelatihan Dasar Water and Sanitation Emergency Response Team (WatSan ERT) Batch 2 di Pusdikav Padalarang. pada hari ketiga ini diisi dengan berbagai materi teknis dan lapangan yang memperkuat kesiapan peserta dalam menghadapi operasi kemanusiaan. Fokus kegiatan hari ini adalah pada penguatan kemampuan mobilisasi, komunikasi, serta teknik assessment di lapangan.


Sesi pagi dimulai dengan pengenalan kendaraan four-wheel drive (4WD) yang berfungsi vital dalam menjangkau wilayah terdampak bencana dengan medan berat. Para peserta mendapat pemahaman langsung mengenai sistem penggerak 4WD, prinsip diferensial, hingga teknik berkendara aman dengan peralatan recovery. Pemateri dari Wanadri menekankan bahwa penggunaan kendaraan dobel gardan dalam misi kemanusiaan harus mengutamakan keselamatan pengemudi, penumpang, barang, dan kendaraan, bukan untuk tujuan offroad adventure.


Peserta juga berkesempatan mencoba simulasi membawa trailer atau kereta tempel, termasuk teknik mundur yang membutuhkan koordinasi antara mata, tangan, dan pedal. Beberapa peserta yang baru pertama kali mengemudikan kendaraan 4WD mengaku mendapatkan pengalaman berharga saat mencoba unit double-cab milik BPBD Jawa Barat di jalur latihan miring 30°.


Setelah sesi siang dan makan bersama, peserta dikenalkan dengan kendaraan Land Rover Defender 110 yang digunakan sebagai kendaraan adventure berkapasitas tinggi. Kendaraan ini menjadi contoh penting dalam memahami konfigurasi winch depan-belakang dan sistem pengunci diferensial yang digunakan dalam mobilisasi bantuan di medan ekstrem.

Sesi berikutnya dibawakan oleh Kang Ohe dari BPBD Jawa Barat, yang memberikan materi tentang teknik komunikasi di daerah operasi. Peserta diajak memahami pentingnya komunikasi yang jelas, tepat, dan beretika selama menjalankan tugas, termasuk praktik simulasi komunikasi lapangan dalam kondisi darurat.


Menjelang sore, Kang Ezra Adimenggala memimpin sesi assessment lapangan yang menitikberatkan pada pemetaan sumber air, penentuan lokasi pengungsian potensial, serta identifikasi akses jalan. Peserta juga mempresentasikan rencana operasi masing-masing dan menerima umpan balik langsung dalam diskusi terbuka.


Menutup hari ketiga, Kang Tri Martani dari PMI Jawa Barat memberikan sesi mengenai pelaporan kebencanaan. Materi ini membahas pentingnya sistem pelaporan yang transparan dan terstandar sebagai bentuk pertanggungjawaban lembaga, terutama dalam pelaporan ke donor dan instansi pemerintah.


Pelatihan WatSan ERT Batch 2 hari ketiga berjalan dengan semangat tinggi. Peserta semakin siap menjadi bagian dari tim tangguh yang profesional dan terintegrasi dalam sistem penanggulangan bencana, baik di tingkat nasional maupun internasional.