Memasuki hari keempat, kegiatan Pelatihan Water and Sanitation Emergency Response Team (WatSan ERT) Batch 2 yang diselenggarakan oleh Yayasan Wanadri melalui Wanadri Institute semakin menekankan pada penguatan keterampilan teknis lapangan dan kesiapsiagaan dalam situasi darurat.
Pada sesi pagi, peserta mendapatkan pelatihan penggunaan alat waterpass sebagai alat bantu dalam pembuatan saluran drainase. Instruktur Kang Ezra Adimenggala dan Kang Fajar Asiana (Wanadri) memberikan pengenalan fungsi waterpass, teknik pengukuran beda tinggi antar titik, serta simulasi pengaturan kemiringan drainase untuk kebutuhan kamp darurat dan sanitasi.
Materi berikutnya beralih ke topik penanganan medis di daerah konflik, khususnya luka tembak. Kang Sofyan, S.Tr.Kes (PMI Jawa Barat), bersama tim paramedis Wanadri dan Teh Miliatri (PMI Kota Bandung), membahas jenis luka tembak, langkah pertolongan pertama sebelum tenaga medis datang, hingga teknik penghentian pendarahan dan prinsip utama ABC (Airway, Breathing, Circulation).
Sore harinya, peserta diperkenalkan dengan alat portable pengolah air sistem reverse osmosis (RO) milik BPBD Provinsi Jawa Barat. Alat ini menjadi solusi penting dalam operasi tanggap darurat dengan pergerakan cepat, seperti saat pembentukan posko aju.
Materi juga dilanjutkan oleh Kang Yayan Suryana (BPBD Jawa Barat) yang memberikan pembekalan mengenai pengelolaan kebencanaan dan koordinasi tanggap darurat. Sesi ditutup dengan simulasi inventarisasi logistik yang dipandu kembali oleh Kang Ezra, melatih peserta untuk melakukan pendataan dan evaluasi kondisi peralatan di lapangan.
Menjelang malam, instruktur melakukan briefing untuk mempersiapkan simulasi assessment dan mobilisasi dini hari sejauh 10 kilometer sebagai bagian dari skenario tanggap bencana gempa Sesar Lembang.
Melalui seluruh rangkaian kegiatan ini, para peserta dari berbagai organisasi diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat yang kompleks—baik dalam aspek kesehatan, logistik, maupun pengelolaan infrastruktur dasar seperti air dan sanitasi.




