Pelatihan Water and Sanitation Emergency Response Team (WatSan ERT) Batch 2 yang diselenggarakan oleh Yayasan Wanadri melalui Wanadri Institute memasuki hari kelima. Hari ini menjadi salah satu sesi paling menantang karena peserta menjalankan skenario simulasi kebencanaan untuk menguji seluruh materi yang telah dipelajari sejak hari pertama.
Pada Rabu dini hari (8/10/2025), tepat pukul 02.00, seluruh peserta diklatsar dibangunkan. Skenarionya: terjadi gempa besar yang menyebabkan pipa PDAM kota pecah, sistem komunikasi lumpuh, dan ribuan warga mengungsi. Tim peserta harus bergerak cepat untuk memenuhi kebutuhan air bagi sekitar 10.000 orang yang tersebar di beberapa titik pengungsian.
Untuk melaksanakan misi ini, peserta dibagi menjadi tiga regu dan masing-masing dibekali perangkat komunikasi untuk melakukan assessment di lapangan. Mereka mengumpulkan data sumber air, titik pengungsian, serta rute distribusi yang kemudian diolah menjadi rencana produksi dan distribusi air bersih. Beberapa lokasi seperti Alun-alun Kota Cimahi, Stadion Sangkuriang, dan Lapangan Tembak Gunung Bohong menjadi area utama pemetaan tim.
Setelah mendapat waktu istirahat, siang hingga sore hari digunakan untuk sesi pengenalan Water Treatment Plant (WTP) milik BASARNAS Kota Bandung yang hadir langsung di lokasi latihan. Peserta juga mempraktikkan teknik pengepakan logistik dengan pallet serta penggunaan hydraulic crane lift pada truk tronton WTP.
Malam harinya, latihan berlanjut dengan simulasi produksi dan distribusi air bersih kepada penerima manfaat menggunakan sistem komunikasi radio VHF. Seluruh kegiatan dikendalikan dari Posko Aju Pusat Pengendali Operasi (PUSDALOPS) BPBD Provinsi Jawa Barat, yang turut menjadi mitra strategis dalam kegiatan ini.
Latihan yang berlangsung padat dan intens ini menguji kemampuan teknis sekaligus ketahanan fisik para peserta. Untungnya, tim Dapur Umum Lapangan (DUMLAP) BPBD Jawa Barat sigap mendukung jalannya kegiatan dengan menyediakan asupan bergizi bagi seluruh personel. Melalui rangkaian latihan ini, para peserta dari lintas organisasi diharapkan semakin siap menghadapi situasi darurat yang kompleks, terutama dalam aspek penyediaan air bersih, sanitasi, logistik, dan koordinasi tanggap bencana.


