Pelatihan Water and Sanitation Emergency Response Team (WatSan ERT) Batch 2 yang diselenggarakan oleh Yayasan Wanadri melalui Wanadri Institute telah memasuki hari keenam. Di tahap ini, para peserta mulai diuji dalam skenario kebencanaan yang dirancang menyerupai kondisi nyata, khususnya pada fase produksi dan distribusi air bersih di area terdampak bencana.
Pagi hari, kegiatan diawali dengan koordinasi lapangan dan pemeriksaan kesiapan tim. Sempat terjadi insiden ringan ketika salah satu peserta mengalami kelelahan akibat padatnya aktivitas sehari sebelumnya. Tim kesehatan segera melakukan evakuasi ke RS Cahya Kawaluyaan, rumah sakit rujukan terdekat. Setelah mendapatkan penanganan medis, peserta tersebut telah dinyatakan pulih dan kembali bergabung di camp latihan pada siang harinya.
Sementara itu, di lokasi utama latihan, para peserta mengikuti sesi Focus Group Discussion (FGD) bersama instruktur untuk membahas proses assessment dan evaluasi kegiatan hari sebelumnya. Di waktu bersamaan, tim bantuan teknis melakukan perbaikan terhadap unit truk Water Treatment Plant (WTP) milik Puskim yang sempat mengalami kendala di lapangan.
Usai istirahat siang, tim melanjutkan kegiatan utama berupa camp production, yaitu simulasi pelayanan air bersih di RS Dustira, Cimahi. Menggunakan WTP milik Basarnas dengan kapasitas 3.000 liter per jam, air hasil produksi disalurkan ke truk tangki BPBD Provinsi Jawa Barat untuk tahap distribusi.
Sore hingga malam hari, peserta melaksanakan simulasi distribusi air kepada penerima manfaat, diakhiri dengan sesi debrief yang membahas sinkronisasi antar platform produksi air dari berbagai instansi.
Melalui latihan ini, peserta dari berbagai organisasi diharapkan semakin memahami dinamika penanganan sektor air dan sanitasi dalam kondisi darurat, serta mampu berkolaborasi lintas lembaga untuk memperkuat ketangguhan menghadapi bencana di masa depan.

